Capex Pakuwon Jati (PWON) Meningkat 33 Persen di 2019

Emiten properti, PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) mengalokasikan belanja modal senilai Rp2,6 triliun pada tahun ini, atau naik 33% dari tahun sebelumnya.
Capex Pakuwon Jati (PWON) Meningkat 33 Persen di 2019 Novita Sari Simamora | 14 Juni 2019 06:21 WIB
Capex Pakuwon Jati (PWON) Meningkat 33 Persen di 2019
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten properti, PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) mengalokasikan belanja modal senilai Rp2,6 triliun pada tahun ini, atau naik 33% dari tahun sebelumnya.

Minarto, Direktur Independen sekaligus Sekretaris Perusahaan PWON mengatakan, belanja modal senilai Rp2,6 triliun sudah termasuk dengan pembelian lahan. Belanja modal tahun ini naik Rp650 miliar dari 2018 senilai Rp1,95 triliun.

"Budget capex pada 2019 senilai Rp2,6 trilliun, termasuk pembelian tanah. Hingga kuartal I/2019 sudah terserap Rp391 milliar," ungkapnya saat dihubungi, Kamis (13/6/2019).

Hingga kuartal I/2019, serapan belanja modal masih 15,03%. Lebih detail, serapan belanja modal tersebut sebanyak Rp42 miliar untuk pembelian tanah dan sisanya pembangunan proyek di Pakuwon mall, Kota Kasablanka, EastCoast Mansion dan Tunjungan Plaza 6.

Sebelumnya, Direktur Keuangan PWON, Ivy Wong menuturkan, tahun ini melakukan penambahan 100.000 meter persegi untuk gedung perkantoran di Kawasan mall Kota Kasablanka Kuningan, Jakarta Selatan dan di kawasan ritel Tunjungan Plaza enam, Surabaya.

Selain perkantoran, PWON juga akan membangun 2 hotel baru dengan total 500 kamar di Westin dan Four points di kawasan Pakuwon Mall Surabaya.

Sejalan dengan rencana ekspansi kantor dan hotel, PWON sekaligus menyelesaikan penambahan ruang ritel, di Pakuwon city masih yang masih dalam konstruksi. Diperkirakan pada 2020—2021 proyek itu baru selesai.

Menurut Ivy, kinerja ritel yang stabil memang didorong oleh strategi perusahaan dalam menjaga tingkat okupansi yang diperoleh melalui tingkat kunjungan masyarakat.

Rata-rata tingkat okupansi ritel PWON berada pada kisaran 60%. Bahkan, untuk mal di Jakarta seperti Kota Kasablanka, bisa mencapai 90%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, pakuwon jati

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top