Bisnis.com, JAKARTA—Sebagian besar pasar saham di Asia Tenggara ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa (4/6/2019) seiring dengan sentimen pemangkasan suku bunga dan perang dagang AS-China.
Dikutip dari Reuters, pemangkasan suku bunga merupakan pelonggaran kebijakan moneter yang menunjukkan pelemahan ekonomi. Yang terbaru, Bank Sentral Australia memangkas suku bunga menjadi 1,25% pada hari ini.
Federal Reserve juga membuka peluang penurunan suku bunga pada bulan depan. Yield obligasi AS juga jatuh, karena investor mencari perlindungan dari volatilitas pasar.
“Investor melihat pasar saham Asia untuk imbal hasil yang lebih baik,” papar DBS Bank dalam laporannya, Selasa (4/6/2019).
Bursa Thailand meningkat 1,08% menjadi 1.637,69, Singapura naik 0,61% menuju 3.124,37, dan Ho Chi Min Vietnam meningkat 0,5% menjadi 951,16. Sebaliknya, Bursa Malaysia dan Bursa Manila Filipina turun masing-masing 1,73% dan 0,68%.
Sementara itu, sentimen perang dagang menekan Bursa China. Shanghai Composite Index turun 1% menjadi 2.862,28, sedangkan indeks blue chips CSI300 turun 0,92% menuju 3.598,47.
Indeks Hang Seng juga terkoreksi 0,49% menjadi 26.761,52, Nikkei 225 terkoreksi tipis 0,01% menuju 20.408,54. Adapun, MSCI Asia di luar Jepang melesu 0,4%.
Penutupan Bursa Asia, Pasar Asia Tenggara Cenderung Menguat
Sebagian besar pasar saham di Asia Tenggara ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa (4/6/2019) seiring dengan sentimen pemangkasan suku bunga dan perang dagang AS-China.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Penulis : Hafiyyan
Editor : Maria Yuliana Benyamin
Topik
Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.
Artikel Terkait
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Terpopuler
# Hot Topic
Rekomendasi Kami
Foto
