Pasar Obligasi Melemah Jelang Libur Lebaran

Pasar obligasi hari ini Rabu (29/5/2019) diperkirakan masih melemah terbatas.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  13:26 WIB
Pasar Obligasi Melemah Jelang Libur Lebaran
/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar obligasi hari ini Rabu (29/5/2019) diperkirakan masih melemah terbatas.

Direktur Riset dan Investasi Maximilianus Nico Demus mengatakan bahwa keterbatasan datang dari mulai turunnya total dan frekuensi transaksi yang akan terpotong dengan libur lebaran. Penyelesaian transaksi juga harus mundur hingga tanggal 10 Juni.

Pasar obligasi menjelang libur lebaran, diikuti dengan lelang yang kurang peminat, menunjukkan bahwa pasar obligasi masih belum mendapatkan kepercayaan penuh dari pasar.

"Hal tersebut yang tergambar pada kenaikan harga obligasi selama 4 hari lalu, yang kemudian ditutup dengan balik badan menjadi penurunan," jelasnya melalui riset Rabu (29/5/2019).

Menurutnya, para pelaku pasar dan investor masih menunggu perkembangan terkait situasi dalam negeri yang masih panas.

Sentimen hari ini akan datang dari adanya gaungan para pelaku pasar dan investor di Amerika terkait dengan pemotongan tingkat suku bunga The Fed tahun ini.

Hal ini disebabkan adanya kurva imbal hasil yang menunjukkan resesi. Imbal hasil antara obligasi berjatuh tempo 3 bulan dengan 10 tahun menunjukkan spread yang kian dalam, dan menuju level terendah dalam 19 bulan terakhir.

Hal ini semakin diperparah dengan komentar Trump kemarin kepada China yang mengatakan bahwa Amerika tidak siap melakukan kesepakatan dagang dengan China.

Departemen Keuangan Amerika telah mengeluarkan laporan pergerakan valuta asing kepada Kongres. Hasilnya terdapat penambahan mata uang negara lain yang perlu diawasi dari sebelumnya 12 sekarang menjadi 21.

Lima negara seperti Irlandia, Italia, Vietnam, Singapora, dan Malaysia merupakan salah satu dari sekian banyak negara yang mata uangnya sedang diawasi.

Bertambahnya negara yang diawasi merupakan dampak dari Menteri Keuangan AS yang menurunkan ambang batas kualifikasi nilai mata uang.

"Kami merekomendasikan wait and see hingga berpotensi jual hari ini," tekannya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top