IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Menguat di Hari Ketiga

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,69 persen atau 41,62 poin di level 6.098,97 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (24/5), IHSG ditutup menguat 0,41 persen atau 24,66 poin di level 6.057,35
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  17:41 WIB
IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Menguat di Hari Ketiga
Pengunjung menggunakan ponselnya di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (28/8). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat bersama nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, Senin (27/5/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,69 persen atau 41,62 poin di level 6.098,97 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (24/5), IHSG ditutup menguat 0,41 persen atau 24,66 poin di level 6.057,35

Indeks sebelumnya dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,94 poin atau 0,01 persen di posisi 6.056,41. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.054,77 – 6.114,53.

Sebanyak enam dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin sektor industri dasar yang menguat 2,27 persen, disusul sektor infrastruktur yang naik 1,4 persen. Adapun tiga sektor berakhir melemah, didorong sektor aneka industri yang turun 4,06 persen.

Dari 633 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 235 saham menguat, 178 saham melemah, dan 221 saham stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 1,3 persen dan 1,8 persen menjadi pendorong utama berlanjutnya penguatan IHSG.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 lanjut juga ditutup menguat 0,98 persen atau 5,15 poin ke level 532,75.

Nilai tukar rupiah di pasar spot pun ditutup menguat 12 poin atau 0,08 persen ke level Rp14.380 per dolar AS, penguatan hari ketiga berturut-turut.

Indeks saham lainnya di Asia bergerak variatif cenderung menguat, di antaranya indeks Topix yang naik 0,38 persen dan indeks Nikkei 225 yang menguat 0,31 persen.

Di China, dua indeks saham acuannya Shanghai Composite dan CSI 300, juga berakhir di zona hijau masing-masing dengan kenaikan 1,38 persen dan 1,2 persen. Adapun indeks Hang Seng melemah 0,24 persen.

Dilansir Bloomberg, bursa Asia menguat karena investor mempertimbangkan tiga minggu penurunan global di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China.

Investor mencari tanda-tanda stabilisasi setelah friksi perdagangan dan data ekonomi campuran yang menempatkan saham global di jalur untuk penurunan bulanan pertama mereka pada tahun 2019.

Pada kunjungan ke Tokyo, Presiden Donald Trump mengatakan AS membuat "kemajuan besar" dalam negosiasi perdagangan dengan Jepang meskipun kesepakatan hanya akan dicapai setelah pemilihan umum Jepang pada bulan Juli.

 

"Ada banyak spekulasi tentang kesepakatan perdagangan AS-China," Paul Donovan, kepala ekonom di UBS Global Wealth Management mengatakan dalam sebuah catatan penelitian.

"Masalahnya sekarang adalah bahwa sementara transaksi individu bermanfaat, ketidakpastian umum yang diciptakan oleh pajak perdagangan menciptakan tekanan ekonomi,” lanjutnya.

Saham-saham pendorong IHSG:
KodeKenaikan (persen)

BBCA

+1,3

BBRI

+1,8

TLKM

+1,9

SMGR

+5,3

Saham-saham penekan IHSG:
KodePenurunan (persen)

EMTK

-10,2

HMSP

-0,9

UNVR

-0,7

ASII

-0,7

 

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup