Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proses PKPU Produsen Taro Masuk Babak Akhir

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA) mengharapkan hasil terbaik dari proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) entitas anak, PT Putra Taro Paloma dan PT Balaraja Bisco Paloma yang memasuki babak akhir pada Senin (27/5/2019). 
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  06:17 WIB
TPS Food - tigapilar.com
TPS Food - tigapilar.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA) mengharapkan hasil terbaik dari proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) entitas anak, PT Putra Taro Paloma dan PT Balaraja Bisco Paloma yang memasuki babak akhir pada Senin (27/5/2019). 

Senin pukul 10.00 dijadwalkan rapat bersama kreditur yang beragendakan pemungutan suara (voting) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, atas proposal perdamaian yang ditawarkan produsen makanan ringan Taro itu. 

Kasus PKPU entitas anak perseroan ini terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor perkara 117/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN Jkt.Pst dengan tanggal register 9 Agustus 2018 dan PT Bank UOB Indonesia sebagai pemohon. 

Sekretaris Perusahaan Tiga Pilar Sejahtera Food, Michael H. Hadylaya mengatakan, pihaknya berharap UOB sebagai kreditur separatis dan kreditur konkuren lainnya dapat mendukung upaya perseroan dalam proposal perdampaian PKPU ini.

"Apabila semua berjalan baik, tentu kami akan dapat fokus dan dapat menaruh energi lebih besar pada optimalisasi produksi produk kami," katanya pada Minggu (26/5/2019). 

Dia menambahkan, rencana perdamaian yang telah disusun dapat dijalankan dengan baik untuk memenuhi ekspektasi para kreditor dan segenap stakeholder. Proposal perdamaian di antaranya memuat, Putra Taro Paloma dan Balaraja Bisco Paloma menawarkan mekanisme cash sweep. 

Lebih lanjut, prioritas pembayaran hutang kreditur konkuren terutama yang kurang dari Rp500 juta akan selesai dalam waktu setahun. Namun, pihaknya meminta grace periode sampai Juni 2020. 

"Mostly [kreditur konkuren] tidak ada yang keberatan," imbuhnya. 

Sebagai informasi, 3 dari 4 perkara PKPU yang dihadapi Grup Tiga Pilar Sejahtera Food telah selesai. Pekan lalu, induk usaha PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. akhirnya terbebas dari belenggu PKPU setelah para kreditur menerima porposal perdamaiannya.

Adapun, 4 bisnis AISA di divisi beras dinyatakan pailit oleh Majelis hakin PN Semarang. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pkpu tiga pilar sejahtera food
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top