Ringkasan Perdagangan: IHSG & Rupiah Terseret Aksi 22 Mei, Asing Justru Borong Saham

Kericuhan massa menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggerus Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Rupiah pun melanjutkan pelemahannya terhadap dolar AS.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  19:40 WIB
Ringkasan Perdagangan: IHSG & Rupiah Terseret Aksi 22 Mei, Asing Justru Borong Saham
Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Selasa (9/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Kericuhan massa menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggerus Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Rupiah pun melanjutkan pelemahannya terhadap dolar AS.

Di tengah penurunan ini, rangkaian aksi jual bersih oleh investor asing justru mampu terpatahkan. Sementara itu, bursa saham global bergerak fluktuatif di tengah eskalasi konfrontasi antara Amerika Serikat dan China.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini, Rabu (22/5/2019):

IHSG Tergerus Aksi 22 Mei, Analis: Kekhawatiran akan Berlalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir dari relinya dan berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, di tengah aksi unjuk rasa menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 oleh KPU.

Sebanyak lima dari sembilan sektor pada perdagangan hari ini berakhir di wilayah negatif, dipimpin infrastruktur (-0,90 persen) dan barang konsumsi (-0,42 persen).

Dari 633 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 193 saham menguat, 193 saham melemah, dan 247 saham stagnan.

Tertekan Kondisi Politik Dalam Negeri, Rupiah Ditutup Melemah

Rupiah melanjutkan pelemahannya selama 3 hari berturut-turut seiring dengan kondisi politik dalam negeri yang cenderung kurang kondusif.

Analis PT Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan mengatakan kondisi politik dalam negeri yang kurang kondusif semakin membuat rupiah melemah di tengah tertekannya pasar mata uang emerging market dalam beberapa perdagangan terakhir akibat eskalasi perang dagang AS dan China.

"Jadi rupiah mengalami tekanan baik dari eksternal maupun internalnya sehingga ditutup melemah kembali," ujar Yudi.

Aksi Jual Bersih Putus, Net Buy Asing Tembus Rp700 Miliar

Rangkaian aksi jual bersih selama sepuluh hari beruntun oleh investor asing akhirnya terpatahkan pada perdagangan hari ini.

Total nilai transaksi yang terjadi di lantai bursa hari ini mencapai sekitar Rp6,94 triliun dengan volume perdagangan tercatat sekitar 16,19 miliar lembar saham.

Konfrontasi Teknologi AS-China Memanas, Bursa Global Fluktuatif

Bursa Eropa bergerak fluktuatif dan indeks futures Amerika Serikat (AS) turun saat investor mencermati eskalasi konfrontasi dagang terkini antara AS dan China soal teknologi.

New York Times melaporkan pemerintahan Presiden Donald Trump tengah mempertimbangkan pembatasan atas pembelian teknologi AS bagi perusahaan video pengawas Hikvision Digital Technology Co. Ltd.

Pergerakan Harga Emas Comex dan Antam

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2019 terpantau naik 2,20 poin atau 0,17 persen ke level US$1.275,40 per troy ounce pukul 18.53 WIB. Sepanjang perdagangan hari ini, harga emas bergerak di level 1.272-1.276,30.

Sementara itu, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta turun Rp1.000 menjadi Rp662.000 per gram. Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga turun Rp1.000 menjadi Rp587.000 per gram.

Gara-gara Ramalan Cuaca, Harga Karet Melorot

Harga karet di bursa Tokyo dan Shanghai serentak melorot pada perdagangan hari ini, akibat tertekan perkiraan berakhirnya gangguan produksi di China.

Padahal, pada perdagangan Selasa (21/5), baik harga karet di Tokyo maupun Shanghai mampu menguat, didorong gangguan pasokan yang berkelanjutan di China akibat cuaca panas di sejumlah wilayah produksi.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Pilpres 2019

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top