Laba Bersih 2018 Tumbuh 61,83 Persen, Mengapa Delta Dunia Makmur (DOID) Tidak Bagi Dividen?

PT Delta Dunia Makmur Tbk. tidak membagikan dividen untuk laba bersih yang dikantongi perseroan pada 2018.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  13:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Delta Dunia Makmur Tbk. tidak membagikan dividen untuk laba bersih yang dikantongi perseroan pada 2018.

Berdasarkan laporan keuangan 2018, emiten berkode saham DOID itu membukukan pendapatan US$892,45 juta. Realisasi itu tumbuh 16,72% dari US$764,60 juta pada 2017.

Akan tetapi, beban pokok pendapatan perseroan naik lebih tinggi secara tahunan pada 2018. Beban pokok tercatat naik 25,46% dari US$539,46 juta pada 2017 menjadi US$676,82 juta pada 2018.

Dari situ, DOID membukukan aba bersih US$75,64 juta pada 2018. Pencapaian itu tumbuh 61,83% dari US$46,74 juta pada 2017. Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) kinerja 2018, diputuskan tidak ada pembagian dividen untuk penggunaan laba bersih 2018.

Direktur Keuangan Delta Dunia Makmur Eddy Porwanto menjelaskan bahwa keputusan tidak membagi dividen disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya akibat pengeluaran belanja modal sekitar US$305 juta pada 2018.

Selain itu, lanjut dia, kontraktor jasa pertambangan itu masih melihat adanya ketidakpastian di pasar. Artinya, harga batu bara di pasar masih tidak menentu. “Dalam keadaan tidak menentu dan kinerja kuartal I/2019 yang tertekan kami menunda pembayaran dividen,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir DOID mengerek belanja modal. Langkah tersebut ditempuh untuk melakukan peremajaan alat berat.

Strategi itu sejalan dengan peningkatan kinerja perseroan. Dengan demikian, diputuskan untuk menambah peralatan operasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, delta dunia makmur

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top