Perang Dagang AS-China Hempaskan Yuan, Yen Laris Manis

Kebuntuan negosiasi perdagangan antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China menekan nilai tukar yuan China menuju penurunan harian terburuknya dalam sembilan bulan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  15:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kebuntuan negosiasi perdagangan antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China menekan nilai tukar yuan China menuju penurunan harian terburuknya dalam sembilan bulan.

Berdasarkan data Reuters, nilai tukar yuan terhadap dolar AS melemah 0,8 persen ke level 6,9040 per dolar AS, level terlemahnya sejak 27 Desember 2018.

Sejumlah analis telah memprediksikan berlanjutnya pelemahan mata uang Negeri Tirai Bambu ini hingga menembus level 7 per dolar AS dalam beberapa bulan ke depan. Level ini terakhir kali disentuh pada masa krisis finansial global.

Di sisi lain, pemerintah China kemungkinan akan menggunakan cadangan mata uangnya untuk menghentikan penurunan hingga level 7 per dolar AS, yang dapat memicu spekulasi dan arus keluar modal yang besar.

Seperti diketahui, perundingan dagang antara pemerintah AS dan China pada akhir pekan lalu menghadapi kebuntuan tanpa kesepakatan, setelah Washington menaikkan tarif terhadap impor China dan Beijing bersumpah untuk membalasnya

Pemerintah AS menuntut adanya janji perubahan yang konkret terhadap undang-undang China, sedangkan pihak Beijing menyatakan tidak akan mau menelan "buah pahit" yang merugikan kepentingannya.

Pada masa-masa ini, minat investor terhadap mata uang yen pun meningkat. Yen dianggap sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah keresahan dan ketidakpastian pasar global, mengingat status Jepang sebagai kreditor terbesar dunia dan banyaknya aset di luar negeri.

Nilai tukar yen dilaporkan menguat 0,25 persen ke level 109,70 yen per dolar AS atau kisaran level terkuatnya dalam tiga bulan.

“Kami menunggu untuk melihat apakah China membalas putaran terbaru tarif dari AS. Kami terus memilih yen dalam jangka pendek dan memperkirakan pasar tetap fokus pada yuan,” kata Chris Turner, seorang pakar strategi mata uang di ING.

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow pada Minggu (12/5) mengatakan adanya kemungkinan kuat bahwa Trump akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan puncak G20 di Jepang pada akhir Juni dan membahas perdagangan antara kedua negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top