Bursa Asia Melemah, IHSG Tersungkur Lebih dari 1 Persen

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 1,19 persen atau 73,72 poin ke level 6.135,40, meskipun sempat dibuka menguat 0,26 persen atau 16,28 poin ke level 6.225,39.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  17:23 WIB
Bursa Asia Melemah, IHSG Tersungkur Lebih dari 1 Persen
Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/4/2019)./ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur pada akhir perdagangan hari ini, Senin (13/5/2019), bahkan melemah lebih dari 1 pesen.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 1,19 persen atau 73,72 poin ke level 6.135,40, meskipun sempat dibuka menguat 0,26 persen atau 16,28 poin ke level 6.225,39.

Pada perdagangan Jumat (10/5), IHSG berakhir menguat 0,17 persen atau 10,31 poin di level 6.209,12. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.135,40 – 6.238,26.

Seluruh sembilan sektor berakhir di wilayah negatif, didorong oleh sektor industri dasar yang melemah 2,69 persen dan disusul sektor properti yang melemah 2,67 persen.

Dari 632 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 129 saham menguat, 279 saham melemah, dan 224 saham stagnan.

Saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing melemah 2,09 persen dan 1,36 persen menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari keempat berturut-turut dengan berakhir melemah 1,03 persen atau 5,59 poin ke level 536,09.

IHSG melemah di saat mayoritas bursa saham lainnya di Asia juga tertekan, di antaranya indeks Shanghai Composite dan blue-chip CSI 300 masing-masing turun 1,21% dan 1,63%, sementara indeks Hang Seng ditutup untuk liburan.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang merosot masing-masing 0,72 persen dan 0,53 persen, dengan indeks Nikkei sempat mencapai level terendah sejak 28 Maret.

Dilansir Reuters, bursa Asia melemah di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap nasib kesepakatan perdagangan Amerika Serikat (AS) – China, setelah Washington menaikkan tarif dan Beijing berjanji untuk membalas.

AS dan China menghadapi kebuntuan perundingan perdagangan pada hari Minggu ketika Washington menuntut janji perubahan konkret terhadap hukum China, sedangkan Beijing mengatakan tidak akan menelan "buah pahit" yang merugikan kepentingannya.

Investor bersiap menghadapi "langkah-langkah balasan" dari China atas kenaikan tarif impor atas barang-barang China senilai US$200 miliar. Langkah ini menyusul tuduhan oleh Presiden AS Donald Trump bahwa China "melanggar kesepakatan" dengan mengingkari komitmen sebelumnya.

"Kasus dasar kami tetap bahwa kemungkinan kesepakatan perdagangan antara AS dan China. Tetapi arus berita hari ini menunjukkan bahwa ini bisa memakan waktu lebih lama dan tidak mungkin diselesaikan sampai akhir Juni," kata John Woods, kepala investasi Asia Pacific di Credit Suisse AG, seperti dikutip Reuters.

 

Saham-saham penekan IHSG:
KodePenurunan (persen)

ASII

-2,09

UNVR

-1,36

SMGR

-6,05

SMMA

-4,93

 

Saham-saham pendorong IHSG:
KodeKenaikan (persen)

BMRI

+0,67

CASA

+5,36

BSSR

+12,50

POSA

+24,41

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top