Bakal Luncurkan 2 Film Andalan, Kinerja MD Pictures (FILM) Siap Melaju di Kuartal III/2019

PT MD Pictures Tbk. meyakini laju kinerja keuangan yang kencang bisa dicapai pada kuartal III/2019 dengan penjualan dari dua film andalan  untuk membalikkan keadaan dari kondisi yang kurang memuaskan sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.
Anitana Widya Puspa | 08 Mei 2019 10:30 WIB
Presiden Direktur PT MD Pictures Tbk (IDX:FILM), Manoj Punjabi (tengah) bersama (dari kiri) Komisaris Independen Bachtiar Effendi, Komisaris Utama Dhamoo Punjabi, Komisaris Sanjeva Advani, Direktur Shania Punjabi, Direktur Venkatachari Soundararajan dan Independen Direktur Sanjay Mulani, berbincang usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa di Jakarta, Selasa (7/5). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA— PT MD Pictures Tbk. meyakini laju kinerja keuangan yang kencang bisa dicapai pada kuartal III/2019 dengan penjualan dari dua film andalan  untuk membalikkan keadaan dari kondisi yang kurang memuaskan sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.

Manoj Punjabi, Direktur Utama FILM mengatakan pelemahan kinerja keuangan sepanjang kuartal I/2019 sudah bisa diprediksikan sebelumnya. Dengan rencana penundaan jadwal peluncuran salah satu film yakni Danur 3 memberikan tekanan pada kinerja perseroan pada kuartal I /2019. Danur 3 semula akan dirilis pada kuartal awal tetapi ditunda hingga kuartal III/2019.

Namun, Manoj tak khawatir karena dalam industri perfilman, hasil peluncuran selama satu bulan bisa mengangkat kinerja 7 bulan sebelumnya.

“Karena kita ini bukan speerti pabrik yang produknya sudah di-booking, sehingga kalau drop ya drop nggak bisa balik di kuartal selanjutnya. Tetapi kami satu bulan pendapatan bisamengangkat 7 bulan,” jelasnya usai RUPS Selasa (7/5/2019).

Berdasarkan laporan keuangan emiten berkode saham FILM tersebut, penjualan perseroan selama kuartal I/2019 turun hampir separuh menjadi Rp60,31 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp112,85 miliar. Sementara itu, laba bersih juga menyusut 84,4% dari Rp65,1 miliar menjadi Rp15,66 miliar.

Manoj melanjutkan, pada kuartal III dan IV akan kembali melncurkan film pencetak hits sebelumnya seperti Habibie dan Ainun III serta Danur III. Film-film ini yang akan berkontribusi besar terhadap pembukuan keuangan pada 2019.

Dia menekankan magnet kuat film Avangers:Endgame yang saat ini masih merajai tanga perfilman dinilain bukan sebagai hambatan. Perusahaan tidak mengeluarkan strategi untuk meredam kepopuleran film produksi Marvel.

"Film Endgame laku, itu bagus. Dalam satu dekade, pasti ada film yang ikonik. Misalnya pada 90, ada Titanic,nah sekarang ada Endgame. Ini fenomena dunia yang biasa. Tetapi kami optimistis masih ada prospek di pasar dalam negeri dan ramainya Endgame menambah positif industri film," jelasnya.

Manoj menilai serapan dana hasil penawaran public masih sesuai jalur. FILM telah bekerja sama dengan anak usahanya PT Studio Tujuh (Studio 7) untuk membangun fasilitas Sound Stage dengan nilai transaksi sebesar Rp40 miliar.

Adapun, Sound Stage tersebut merupakan ruangan kedap suara yang dapat digunakan untuk memproduksi film perseroan maupun pihak lain yang membutuhkan. Selain itu keduanya juga akan membangun Studio Sound Mixing berkelas internasional untuk insan perfilman Indonesia dan internasional.

Keduanya bisa meraup pendapatan tambahan dari hasil usaha bersama tersebut, yaitu Sound Stage dan Studio Sound Mixing, dengan cara menyewakan atau menyediakan layanan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Perseron juga bisa menciptakan pangsa pasar yang lebih besar.

FILM masih memiliki sisa dana penawaran umum sebesar Rp213 miliar setelah merealisasikan sekitar Rp54 miliar.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, md pictures

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup