Turun Tipis, Penjualan Indocement (INTP) Capai 4,2 Juta Ton di Kuartal I/2019

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. mengantongi volume penjualan semen 4,2 juta ton hingga kuartal I/2019.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 16 April 2019  |  07:46 WIB
Turun Tipis, Penjualan Indocement (INTP) Capai 4,2 Juta Ton di Kuartal I/2019
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat semen di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (4/9). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. mengantongi volume penjualan semen 4,2 juta ton hingga kuartal I/2019.

Sekretaris Perusahaan Indocement Tunggal Prakarsa Antonius Marcos menjelaskan bahwa total konsumsi semen nasional sampai dengan Maret 2019 sebesar 15,7 juta ton. Dari situ, pangsa pasar perseroan sebesar 26% atau setara dengan 4,2 juta ton atau lebih rendah 3% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Penurunan terjadi karena pengaruh hujan yang tinggi pada Januari dan Februari,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (15/4/2019).

Lebih lanjut, volume penjualan semen pada Maret 2019 tercatat sebanyak 1,4 juta ton. Penjualan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan pada Februari yakni 1,3 juta ton.

Adapun, pada Januari 2019, volume penjualan semen dan klinker sebanyak 1,6 juta ton.

“Kami berharap setelah pemilu selesai konsumsi nasional segera meningkat,” pungkasnya.

Analis Maybank Isnaputra Iskandar menyebut bahwa volume penjualan INTP pada Maret 2019 mulai membaik, akan tetapi trennya masih menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Volume penjualan INTP naik 6,5% dibandingkan dengan bulan sebelumnya menjadi 1,4 juta ton. Hal tersebut disebabkan oleh kombinasi peningkatan permintaan dan lebih banyak hari kerja pada Maret 2019 dibandingkan dengan Februari 2019.

Dibandingkan tahun sebelumnya, volume penjualan semen INTP turun 1,7% menjadi 1,4 juta ton karena disebabkan oleh faktor cuaca yaitu intensitas hujan yang tinggi pada periode tersebut.

Sementara itu, secara tahunan volume penjualan INTP adalah 4,1 juta ton, catatan tersebut masih lebih rendah 1,2% dibandingkan tahun sebelumnya. INTP menyumbang 22,2% dari asumsi volume penjualan semen pada 2019 sebesar 18,5 juta ton.

“Tren yang sama terjadi di industri. Pangsa pasar INTP relatif stabil pada 26,5%,” sebutnya melalui riset.

Dia menyebut bahwa volume penjualan INTP diharapkan dapat meningkat dalam beberapa waktu ke depan melihat kondisi cuaca yang lebih baik, serta risiko politik yang lebih rendah.

Maybank memberikan rekomendasi hold untuk saham INTP dengan target price (TP) Rp19.400.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indocement, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top