Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasokan Melimpah, Harga Kopi Dalam Tekanan

Harga kopi global diyakini tengah berada dalam tekanan, seiring  dengan melimpahnya produksi dari negara produsen.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 13 Maret 2019  |  14:38 WIB
Kopi - Bisnis.com
Kopi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Harga kopi global diyakini tengah berada dalam tekanan, seiring  dengan melimpahnya produksi dari negara produsen.

Pada penutupan perdagangan Selasa (12/3/2019), harga kopi kontrak Mei 2019 di bursa Intercontinental Exchange terkapar 1,23% atau 1,20 poin di level US$96,00 per pon.

Hannah Rizki, kepala penelitian kopi di Volcafe seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (13/3/2019), mengatakan bahwa produksi kopi global pada musim depan diperkirakan menghadapi kekurangan konsumsi kopi global. Namun, masih terlalu kecil untuk mengimbangi surplus saat ini.

Di sisi lain, proudsen kopi terbesar di dunia, yaitu Brasil, terus menghasilkan lebih banyak biji kopi. Hal tersebut dibantu oleh devaluasi mata uang real. Sementara itu, produsen berbiaya lebih tinggi seperti Kolombia, Kosta Rika, dan Peru berjuang setelah harga merosot di bawah US$1 per pon.

"Faktor utama adalah musim 2018-19 memiliki surplus yang cukup besar, terutama didorong oleh rekor tanaman arabika Brasil, yang pada dasarnya melebihi defisit 2019-20 mendatang," kata Rizki dalam sebuah wawancara di konferensi National Coffee Association di Atlanta.

Sementara itu, Rodrigo Costa, direktur kapal pengirim Comexim Brasil mengatakan bahwa harga pelemahan harga kopi pada Selasa (12/3/2019) mencapai level terendahnya lebih dari 12 tahun terakhir. Menurut Costa, kemungkinan harga tersebut akan stagnan dalam kisaran yang lebih rendah dan lama.

Costa mengatakan, pedagang sudah melihat rekor potensial sebanyak 70 juta kantong untuk 2020-21, yang akan mengembalikan pasar global ke surplus yang serupa dengan tingkat musim ini.

Pasar kopi global akan menghadapi kekurangan 3 juta kantong pada musim 2019-2020 yang dimulai pada Oktober di sebagian besar negara, perkiraan Volcafe, unit kopi ED&F Man Holdings Ltd.

Hal itu mengikuti surplus lebih dari 10 juta kantong yang diharapkan untuk musim saat ini. Artinya, kekurangan tersebut belum mampu menyerap seluruh pasokan kopi global.

Trader Swiss Sucafina memperkirakan, ada kekurangan 2 juta kantong kopi pada 2019-2020 setelah surplus 5 juta hingga 6 juta kantong musim ini. Satu kantong kopi berbobot 60 kilogram (132 pon).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopi harga kopi
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top