Mirae Asset Sekuritas: Potensi Penguatan Terbatas SUN Berlanjut

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa harga surat utang negara atau SUN di pasar sekunder berpotensi melanjutkan penguatan terbatas hari ini, Selasa (19/2/2019).
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  08:53 WIB
Mirae Asset Sekuritas: Potensi Penguatan Terbatas SUN Berlanjut
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa harga surat utang negara atau SUN di pasar sekunder berpotensi melanjutkan penguatan terbatas hari ini, Selasa (19/2/2019).

Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa di tengah minimnya sentimen dari rilis data makroekonomi AS dan libur bursa AS (merayakan Presidents’ Day), pergerakan harga SUN tampaknya masih dipengaruhi oleh katalis positif dari perkembangan negosiasi dagang antara AS dengan Tiongkok. 

Sejauh ini, kedua negara memutuskan untuk menggelar negosiasi lanjutan di Washington pada minggu ini sekaligus meningkatkan ekspektasi pasar bahwa negosiasi dagang akan menghasilkan keputusan positif. 

Selain itu, katalis positif juga berasal dari pernyataan Presiden Komisi Uni Eropa, Jean-Claude Juncker, yang mengindikasikan adanya persetujuan terkait penundaan Brexit secara resmi (per tanggal 29 Maret 2019) sekaligus menurunkan probabilitas hard Brexit. 

"Dua sentimen tersebut, diharapkan dapat mendorong kenaikan harga SUN melalui transmisi apresiasi rupiah terhadap dolar AS," katanya dalam riset harian, Selasa (19/2/2019). 

Meski demikian, melebarnya defisit neraca dagang Januari 2019 ditambah dengan pergerakan harga minyak mentah dunia yang saat ini sudah berada di kisaran $55,88 per barel (kategori WTI) atau tertinggi sejak November tahun lalu, menjadi faktor yang diperkirakan bisa membatasi kenaikan harga SUN. 

Dengan demikian, perdagangan obligasi di pasar sekunder tampaknya masih akan didominasi oleh SUN tenor seri pendek dan menengah utamanya benchmark FR0077 dan FR0078. 

"Kami masih merekomendasikan investor untuk fokus pada perdagangan seri benchmark pendek (FR0077) dan menengah (FR0078)," katanya.

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri SUN yang likuid hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 92,80 (7,64%) - 93,10 (7,56%)
FR0077 (15 Mei 2024): 101,60 (7,74%) - 102,00 (7,65%)
FR0064 (15 Mei 2028): 88,00 (7,98%) - 88,45 (7,91%)
FR0078 (15 Mei 2029): 101,80 (7,99%) - 102,35 (7,91%)
FR0065 (15 Mei 2033): 85,50 (8,39%) - 86,20 (8,29%)
FR0068 (15 Maret 2034): 101,10 (8,25%) - 101,75 (8,17%)
FR0075 (15 Mei 2038): 91,25 (8,42%) - 92,25 (8,31%)
FR0079 (15 April 2039): 100,00 (8,37%) - 100,65 (8,31%)

Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif pada kisaran Rp14.066 - Rp14.118 dengan kecenderungan menguat.

-REVIEW (18 February 2019)-
-PRICE OF INDONESIA GOVERNMENT BONDS-
FR0077: +7,30        bps to 101,45 (7,78%)
FR0078: +26,50      bps to 101,90 (7,97%)
FR0068: +52,70      bps to 101,05 (8,25%)
FR0079: +28,40      bps to 100,00  (8,37%)

-YIELD OF GLOBAL BONDS-
UST 2yr:    0     point to 2,52%
UST 5yr:    0     point to 2,50%
UST 10yr:  0     point to 2,67%
UST 30yr:  0     point to 3,00%
German Bund 10yr: +0,007 point to 0,11%
UK Gilt 10yr: +0,005 point to 1,16%

-CDS OF INDONESIA BONDS-
CDS 2yr:   +0,72%   to  48,00
CDS 5yr:   -0,27%    to 111,51
CDS10yr:  +0,48%   to 180,46

-CRUDE OIL PRICES -
WTI:   +0,52%      to $55,88 per barrel 
BRENT: +0,38%   to $66,50 per barrel

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top