Minyak Catat Penguatan Bulanan, Batu Bara Menguat Tipis Sepanjang Januari 2019

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif April 2019 ditutup melemah 1,15 poin atau 1,15% ke level US$99,05 per metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho | 01 Februari 2019 08:20 WIB
Tambang batu bara. - Bloomberg/Luke Sharrett

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara di bursa ICE Newcastle berbalik melemah dan mengakhiri reli penguatan dua hari pada akhir perdagangan kemarin, Kamis (31/1/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif April 2019 ditutup melemah 1,15 poin atau 1,15% ke level US$99,05 per metrik ton.

Batu bara mengakhiri reli penguatannya, setelah pada sesi perdagangan sebelumnya, Rabu (30/1), harga batu bara ditutup menguat 0,15% atau 0,15 poin ke level US$100,20 per metrik ton.

Meskipun berakhir melemah, harga batu bara Newcastle masih mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,3% sepanjang bulan Januari 2019.

Sementara itu, harga batu bara di bursa ICE Rotterdam untuk kontrak teraktif Januari 2020 juga ditutup melemah 1,55% atau 1,35 poin di posisi US$85,90 kemarin.

Sejalan dengan harga batu bara, harga minyak mentah tergelincir dan berakhir di posisi lebih rendah pada perdagangan Kamis. Namun minyak AS masih membukukan kenaikan terbaiknya untuk Januari di tengah upaya OPEC mengurangi kelebihan suplai.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Maret 2019 ditutup turun 44 sen di level US$53,79 per barel di New York Mercantile Exchange. Meski demikian, WTI membukukan kenaikan bulanan terbesarnya untuk Januari sejak 1983.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Maret 2019, yang berakhir pada Kamis (31/1), mampu ditutup menguat 24 sen di level US$61,89 per barel di ICE Futures Europe exchange London.

Kontrak berjangka Brent telah naik 15% sepanjang Januari. Minyak acuan global ini diperdagangkan premium sebesar US$8,10 terhadap WTI. Namun harga Brent untuk kontrak yang lebih aktif April 2019 turun 70 sen ke level US$60,84.

Minyak WTI di New York tergelincir pada Kamis malam, setelah pemerintah melaporkan peningkatan produksi AS ke level tertingginya sepanjang masa pada November 2018.

Kendati demikian, patokan harga minyak mentah West Texas Intermediate mampu mengakhiri bulan itu dengan kenaikan sebesar 18%, sekaligus memulihkan sekitar sepertiga dari penurunan akhir tahun lalu di tengah kekhawatiran kelebihan suplai global.

Pada Rabu (30/1), bank sentral AS Federal Reserve mengisyaratkan terhentinya siklus pengetatan suku bunga untuk saat ini. Sentimen positif untuk minyak juga didorong laporan yang menunjukkan kuatnya permintaan untuk bensin dan pertumbuhan yang lebih kecil dari perkiraan untuk pasokan minyak mentah.

“Laporan kemarin [Rabu] adalah sesuatu yang besar. Jumlah minyak mentah lebih kecil daripada yang dilihat kebanyakan orang dan penurunan suplai bensin sangat besar.” kata Bob Yawger, direktur divisi berjangka di Mizuho Securities USA.

 

Pergerakan harga batu bara kontrak April 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

31 Januari

99,05

(-1,15%)

30 Januari

100,20

(+0,15%)

29 Januari

100,05

(+0,05%)

28 Januari

100

(-0,65%)

25 Januari

100,65

(+0,25%)

Sumber: Bloomberg

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top