Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semakin Banyak Investor Ritel Beli SBR005

Nilai pemesanan per investor atas instrumen saving bond retail seri SBR005 semakin rendah dibandingkan seri-seri sebelumnya.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 28 Januari 2019  |  19:36 WIB
Direktur Surat Utang Negara (SUN) pada Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu Loto S. Ginting memperlihatkan informasi tentang Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR005 ketika peluncuran di Jakarta, Kamis (10/1/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A
Direktur Surat Utang Negara (SUN) pada Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu Loto S. Ginting memperlihatkan informasi tentang Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR005 ketika peluncuran di Jakarta, Kamis (10/1/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai pemesanan per investor atas instrumen saving bond retail seri SBR005 semakin rendah dibandingkan seri-seri sebelumnya, menunjukkan semakin banyak investor ritel dengan kemampuan investasi yang terbatas mulai ikut berinvestasi.

Berdasarkan pengumuman DJPPR Kementerian Keuangan, Senin (28/1/2019), total pemesanan atas seri SBR005 yang dipasarkan pemerintah hingga pekan lalu mencapai Rp4,01 triliun. Total investor yang membeli instrumen ini mencapai 16.966 investor.

Dengan demikian, rata-rata pembelian per investor adalah Rp236 juta per investor. Ini jauh lebih rendah dibandingkan seri SBR004 yang tahun lalu mendulang permintaan Rp7,32 triliun oleh 21.672 investor ritel. Rata-rata pemesanan per investor kala itu mencapai Rp338 juta per investor.

Tingkat keritelan SBR005 ini juga lebih baik dibandingkan SBR003 yang tahun lalu rata-rata dipesan Rp252 juta per investor.

DJPPR mencatat, sebanyak 67,15% dari total investor SBR005 melakukan pemesanan pada rentang nilai Rp1 juta hingga Rp100 juta. Dari total 16.966 investor SBR005, sebanyak 12.961 investor di antaranya merupakan investor baru 76%.

Berdasarkan usianya, generasi milenial atau kelahiran 1980 – 2000 mendominasi total investor, yakni 50,61% dari total investor 8.586 investor. Dari 12.961 investor baru, generasi milenial mendominasi sebesar 55% atau sebanyak 7.129 investor.

Kendati begitu, dari sisi volume pemesanan, generasi baby boomers kelahiran 1946-1964 masih mendominasi, mencapai 42,57% atau Rp1,71 triliun.

Berdasarkan kelompok profesi, jumlah investor terbesar adalah pegawai swasta yang mencapai 37,59%, selanjutnya kelompok wiraswasta dan PNS/TNI/Polri masing-masing sebesar 18,85% dan 10,40%.

Adapun berdasarkan volume pemesanan, kelompok profesi wiraswasta adalah yang terbesar mencapai 37,75%, disusul oleh pegawai swasta dan ibu rumah tangga masing-masing sebesar 25,89% dan 13,32%.

Secara persentase, nominal pemesanan SBR005 terbesar berdasarkan wilayah adalah Indonesia Bagian Barat selain DKI Jakarta yang mencapai 45,34%, sedangkan wilayah DKI Jakarta mencapai 44,15% dan wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Timur sebesar 10,51%.

Dibandingkan dengan penerbitan SBR004, seluruh wilayah kecuali DKI Jakarta mengalami peningkatan pemesanan.

Penerbitan SBR005 berhasil menjangkau seluruh provinsi (34 provinsi) di Indonesia, lebih baik dibandingkan SBR004 yang hanya menjangkau 33 provinsi (minus Sulbar).

Berdasarkan jumlah investor, mitra distribusi kelompok fintech berkontribusi sebanyak 21,63% investor dan secara volume kelompok fintech menyumbang sebesar 2,42%. Jumlah investor dan volume tersebut lebih baik dibandingkan SBR004 yang masing-masing sebesar 13,3% dan 1,8%.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top