Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dihantui Penurunan Permintaan, Harga Karet justru Ditutup Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Juni 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 0,16% atau 0,3 poin di level 183,50 yen per kg.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 11 Januari 2019  |  15:20 WIB
Karet - jibiphoto
Karet - jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet di bursa komoditas Jepang ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (11/1/2018), meskipun dibayangi oleh kekhawatiran penurunan permintaan.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Juni 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 0,16% atau 0,3 poin di level 183,50 yen per kg.

Harga karet sebelumnya dibuka melemah 0,2 poin atau 0,11% di posisi 183, setelah pada perdagangan Kamis (10/1/2019), ditutup merosot 1,35% atau 2,5 poin ke level 183,20 yen per kg.

Berbanding terbalik dengan harga karet di bursa Tokyo, harga karet untuk kontrak teraktif Mei 2019 di Shanghai Futures Exchange ditutup melemah 0,3% atau 35 poin di 11.640 yuan per ton.

Dilansir Bloomberg, harga karet Shanghai mencatat penurunan mingguan di tengah kekhawatiran pelambatan penjualan mobil China akan melemahkan permintaan dari para produsen ban.

Kekhawatiran ini bertolak belakang dengan optimisme bahwa produsen akan mengambil langkah-langkah untuk membendung penurunan harga.

Berdasarkan data China Passenger Car Association, penjualan mobil di China, yang merupakan pasar terbesar dunia turun 6% menjadi 22,7 juta unit tahun lalu, di tengah perang perdagangan dan pelemahan bursa saham China yang membuat pembeli tertahan.

Kazuhiko Saito, analis di broker komoditas Fujitomi, mengatakan karena ketegangan perdagangan dengan AS dan kemerosotan bursa saham China menyakiti sentimen konsumen, penjualan mobil mungkin tetap lemah sementara cadangan karet China meningkat,

Pelaku pasar juga sedang menunggu pertemuan antara pejabat dari Thailand, Indonesia dan Malaysia untuk membahas langkah-langkah dukungan harga.

Ketiga negara produsen terbesar tersebut berencana untuk mengumumkan langkah-langkah untuk mendukung pasar global pada pertemuan yang dijadwalkan 19-20 Januari. mendatang

Pergerakan Harga Karet Kontrak Juni 2019 di Tocom

TanggalHarga (Yen/Kg)              Perubahan
11/1/2019183,5+0,16%
10/1/2019183,20-1,35
9/1/2019185,70+2,26
8/1/2019181,60+2,43%

Sumber: Bloomberg                         

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga karet
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top