United Tractors (UNTR) Kantongi Pesanan Alat Berat 800 Unit

Per November 2018, PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencatatkan backlog sekitar 800 unit alat berat untuk pengiriman hingga Juni 2019. Backlog adalah pesanan untuk barang yang belum terlayani atau belum dikirimkan kepada pelanggan.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 17 Desember 2018  |  21:46 WIB
United Tractors (UNTR) Kantongi Pesanan Alat Berat 800 Unit
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencatatkan pesanan 800 unit alat berat untuk pengiriman hingga Juni 2019 atau 16,33%  dari total target tahun depan sejumlah 4.900 unit. 

Corporate Secretary United Tractors Sara K. Loebis menyampaikan, per November 2018 perusahaan membukukan pesanan alat berat sekitar 800 unit untuk pengiriman sampai dengan Juni 2019. Pesanan tersebut akan dibukukan sebagai pendapatan tahun depan.

“Untuk jadwal pengiriman sampai Juni 2019 jumlah pesanan alat beratnya mencapai 800-an unit. Jadi, penjualan itu akan dibukukan sebagai pendapatan 2019” tutur kepada Bisnis, Senin (17/12).

Pada 2019, penjualan alat berat merek Komatsu diharapkan sebesar 4.900 unit. Dengan demikian, per November 2018 perusahaan sudah mencapai 16,33% dari total target tersebut.

Menurut Sara, perusahaan akan tetap memantau situasi pasar alat berat dan juga dinamika harga komoditas. Pasalnya, pelanggan utama alat berat UNTR merupakan perusahaan pertambangan.

Pada 10 bulan pertama 2018, perusahaan sudah membukukan penjualan alat berat merek Komatsu sejumlah 4.181 unit, meningkat 36,72% year-on-year (yoy) dari sebelumnya 3.058 unit. Pasar di sektor tambang mendominasi penyerapan sebesar 53%, kemudian konstruksi 21%, perkebunan 16%, dan kehutanan 10%.

Sampai akhir 2018, UNTR menargetkan penjualan Komatsu sebanyak 4.800 unit, naik dari estimasi sebelumnya 4.500 unit dan pencapaian 2017 sejumlah 3.788 unit. 

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Akhmad Nurcahyadi menyampaikan, tingginya pesanan alat berat UNTR, khususnya mesin besar (big machines), terutama datang dari sektor pertambangan. Pesanan alat jumbo mayoritas berasal dari klien PT Pama Persada Nusantara (PAMA).

Order backlog big machines mencapai 80% dari 10 besar klien UNTR. Ini berkontribusi 70% terhadap total pendapatan dari Komatsu,” paparnya dalam riset. Sebagai informasi, backlog adalah pesanan untuk barang yang belum terlayani atau belum dikirimkan kepada pelanggan.

Selain dari penjualan Komatsu, lini bisnis kontraktor UNTR yang dipegang PAMA juga menunjukkan kinerja solid. Mayoritas klien PAMA memproduksi batu bara kalori tinggi sehingga pelebaran selisih harga batu bara kalori rendah dengan tinggi tidak berdampak masif terhadap laba bersih perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
united tractors, kinerja emiten

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top