Mirae Asset Sekuritas: Pasar SUN Lanjutkan Kenaikan Harga

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan pada awal pekan ini, Senin (3/12/2018) harga SUN di pasar sekunder diproyeksi melanjutkan kenaikan.
Emanuel B. Caesario | 03 Desember 2018 09:22 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan pada awal pekan ini, Senin (3/12/2018) harga SUN di pasar sekunder diproyeksi melanjutkan kenaikan.

Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas, mengatakan terdapat tiga sentimen positif bagi harga SUN awal pekan ini yaitu, pertama, hasil positif dari pertemuan antara Trump dengan Xi Jinping dalam G20 Summit akhir pekan lalu.

Trump bersedia menunda pengenaan kenaikan tarif impor sebesar 25% dari sebelumnya sebesar 10% terhadap $200 miliar produk-produk China dalam jangka waktu sementara yaitu 90 hari pascapertemuan.

Selain penundaan tersebut, China juga bersedia untuk meningkatkan impor produk-produk pertanian, industri, dan energi AS guna menekan defisit perdagangan internasional AS terhadap China.

Sejauh ini, AS telah menerapkan tarif impor terhadap $253 miliar produk-produk China di mana sebelum pertemuan G20 tersebut Trump mengancam akan menaikkan tarif impor $200 miliar produk China dari sebelumnya 10% menjadi sebesar 25% pada 1 Januari 2019.

Kekhawatiran investor terhadap gagalnya kesepakatan antar kedua negara juga mendorong minat aset safe haven pada perdagangan Jumat lalu (sebelum pertemuan G20) di mana indeks dolar AS naik ke level 96,90 poin (sebelumnya 96,78 poin) sementara yield US Treasury 10 tahun turun ke level 3,01% (sebelumnya 3,03%).

Faktor positif kedua adalah rilis data inflasi Indonesia per November 2018 di mana berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) minggu keempat di bulan ini, Bank Indonesia memprediksi inflasi November 2018 turun ke level 0,18% (MoM) dan 3,14% (YoY) dibandingkan Oktober 2018 sebesar 0,28% (MoM) dan 3,16% (YoY).

Di sisi lain, konsensus Bloomberg sedikit berbeda meski level inflasi masih terkendali yaitu sebesar 0,20% (MoM) dan 3,19% (YoY).

Sementara sentimen positif terakhir adalah kemungkinan dimulainya momen window dressing akhir tahun ini.

Dengan demikian, ketiga faktor tersebut berpotensi menambah rentetan faktor positif bagi harga SUN sejauh ini di antaranya tren penurunan harga minyak mentah dunia dan penghentian sisa lelang SBN di tahun ini.

Dhian mengatakan, di tengah proyeksi berlanjutnya tren penurunan yield SBN, rekomendasi untuk seri-seri likuid hanya berkisar antara hold atau buy.

Seri-seri untuk kategori SUN yang cenderung likuid tersebut antaranya FR0063, FR0077, FR0064, FR0078, FR0065, FR0072, dan FR0075.

Sementara untuk beberapa seri SUN yang masih menawarkan imbal hasil yang menarik meski tidak terlalu likuid di antaranya FR0070, FR0042, FR0058, FR0074, FR0045, FR0068, FR0062, dan FR0076.

"Selain itu, untuk kategori tidak terlalu likuid namun imbal hasil masih tinggi, investor bisa melirik seri Sukuk pemerintah diantaranya PBS014, PBS019, dan, PBS012," katanya dalam riset harian, Senin (3/12/2018).

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN yang likuid hari ini [harga (Yield)]:

FR0063 (15 Mei 2023): 91,90 (7,81%) - 92,30 (7,70%)
FR0077 (15 Mei 2024): 101,50 (7,85%) - 102,00 (7,77%)
FR0064 (15 Mei 2028): 88,90 (7,81%) - 89,50 (7,71%)
FR0078 (15 Mei 2029): 102,80 (7,85%) - 103,40 (7,77%)
FR0065 (15 Mei 2033): 87,80 (8,06%) - 88,50 (7,98%)
FR0072 (15 Mei 2036): 100,40 (8,21%) - 101,00 (8,14%)
FR0075 (15 Mei 2038): 93,40 (8,18%) - 94,10 (8,11%)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak di kisaran Rp14.277 – Rp14.357 dengan kecenderungan menguat.

-REVIEW (30 Nopember 2018)-
-PRICE OF INDONESIA GOVERNMENT BONDS-
FR0063: +6,60 bps to 92,01 (7,78%)
FR0064: +8,50 bps to 88,82 (7,82%)
FR0065: +15,60 bps to 87,86 (8,06%)
FR0075: +16,80 bps to 93,51 (8,17%)

-YIELD OF GLOBAL BONDS-
UST 2yr: -0,023 point to 2,79%
UST 5yr: -0,034 point to 2,81%
UST 10yr: -0,043 point to 2,99%
UST 30yr: -0,034 point to 3,29%
German Bund 10yr: -0,008 point to 0,31%
UK Gilt 10yr: -0,003 point to 1,36%

-CDS OF INDONESIA BONDS-
CDS 2yr: -1,66% to 63,26
CDS 5yr: -1,80% to 139,63
CDS10yr: -1,36% to 218,08

-CRUDE OIL PRICES -
WTI: -1,01% to $50,93 per barrel
BRENT: -1,34% to $58,71 per barrel

Tag : sun
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top