Pengetatan Pasokan Bikin Harga Nikel Rebound

Harga nikel rebound dan mengakhiri penurunan selama sepekan karena investor mempertimbangkan bahwa penurunan harga sampai ke level terendah selama 13 bulan yang terjadi sepanjang pekan ini terlalu berlebihan mengingat jumlah cadangan yang menyusut.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 28 November 2018  |  16:51 WIB
Pengetatan Pasokan Bikin Harga Nikel Rebound
Ilustrasi. - JIBI/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga nikel rebound dan mengakhiri penurunan selama sepekan karena investor mempertimbangkan bahwa penurunan harga sampai ke level terendah selama 13 bulan yang terjadi sepanjang pekan ini terlalu berlebihan mengingat jumlah cadangan yang menyusut.

Penurunan harga logam industri sepanjang tahun ini terpicu oleh pelemahan margin penjualan baja di China yang menambah kekhawatiran penurunan permintaan di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Penurunan tersebut tidak sejalan dengan jumlah cadangan di London Metal Exchange (LME) yang mengalami penurunan ke level terendah selama 5 tahun.

Penasihat Ekonomi Washington Larry Kudlow mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang akan melakukan pertemuan pada Sabtu (1/12) di Buenos Aires menjadi titik penting bagi perang dagang.

“Trump berharap akan ada terobosan yang dihasilkan dari pertemuan dengan Xi, tetapi akan tetap pada pendiriannya untuk meningkatkan tarif impor jika ternyata padaa pertemuan mendatang tidak membuahkan hasil apapun,” kata Kudlow, dikutip dari Bloomberg, Rabu (28/11/2018).

Pada perdagangan Rabu (28/11) harga nikel menguat 60 poin atau 0,6% menjadi US$10.835 per ton dan mengalami penurunan harga sepanjang 2018 mencapai 15,56%.

Pada perdagangan sesi sebelumnya harga nikel mengalami pelemahan hingga 100 poin atau 0,92% di posisi US$10.775 per ton. Harga tersebut masih tercatat sebagai yang terendah sejak 6 Oktober 2017.

Analis di China Industrial Futures Wei Xu mengungkapkan bahwa penurunan harga nikel kemungkinan akan terbatas karena produsen besi berbahan nikel telah berada di posisi impas, yang kemungkinan melanjutkan penahanan produksi barunya.

Laporan Fitch Solutions juga menunjukkan bahwa cadangan nikel di pasar global hingga saat ini juga masih rendah, meskipun sebelumnya sempat terjadi penurunan harga. Selain itu, fundamental yang mendasari pasar global nikel masih sangat ketat, termasuk defisit dan kemerosotan jumlah pasokan.

“Harga nikel kemungkinan akan diperdagangkan di kisaran antara US$11.000–US$12.000 per ton pada beberapa bulan ke depan,” ujar Raphael Mok, analis di Fitch Solutions.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komoditas, Nikel

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top