Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dolar AS Diprediksi Loyo Meski Hubungan AS & China Membaik

Dolar Amerika Serikat diprediksi akan melanjutkan pelemahan karena ada potensi perkembangan positif dari perang dagang dengan China.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 27 November 2018  |  00:44 WIB
Petugas kasir menghitung mata uang dolar Amerika Serikat di tempat penukaran uang, di Jakarta, Selasa (2/10/2018). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Petugas kasir menghitung mata uang dolar Amerika Serikat di tempat penukaran uang, di Jakarta, Selasa (2/10/2018). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat diprediksi akan melanjutkan pelemahan karena ada potensi perkembangan positif dari perang dagang dengan China.

Ahli strategi perdagangan mata uang asing di National Australia Bank Ltd. Rodrgigo Catril mengatakan bahwa peluang perbaikan pada perang dagang antara AS dan China lebih besar dibandingkan dengan kemungkinan kondisi memanas.

“Kalau memang benar, hal itu akan menjadi kabar baik bagi aset berisiko, yang pergerakan harganya berlawanan dengan dolar AS,” papar Catril, dikutip dari Bloomberg, Senin (26/11).

Dolar AS diperkirakan tetap tertekan meskipun tidak ada kesepakatan yang diambil dalam pembicaraan perdagangan dengan China pada akhir bulan ini. Hal tersebut bisa menjadi dorongan bagi mata uang lain sebagai aset berisiko.

Dari sisi makro, laju dolar AS masih menunjukkan adanya dukungan pada penguatan nilai tukar. Pelemahan pada ekuitas global dan pasar kredit, ditambah dengan pelemahan harga minyak yang semakin dalam masih bisa menjadi faktor pendorong bagi dolar AS.

Adapun, dolar AS akan mengalami pembalikan posisi dari saat ini pada 2019, tapi hal itu masih terlalu awal untuk dibicarakan dan bahwa puncak dolar AS sudah terlewati.

“Kejelasan hasil perkembangan Brexit akan mendorong penguatan mata uang pound sterling Inggris dan euro Eropa. Hal itu harus diperhatikan sebelum menlai pergerakan dolar selanjutnya,” lanjutnya.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback di hadapan mata uang utama lainnya, pada Senin (26/11) mengalami pelemahan 0,16% menjadi 96,74 poin.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as perang dagang AS vs China
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top