Grup Sinarmas GEAR dalam Proses Akuisis Tambang di Australia

Entitas Grup Sinarmas Golden Energy and Resources Ltd. (GEAR) masih dalam proses mengakuisisi perusahaan batu bara Stanmore Coal yang bermarkas di Australia.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 25 November 2018  |  21:40 WIB
Grup Sinarmas GEAR dalam Proses Akuisis Tambang di Australia
Aktivitas bongkar muat batu bara di salah satu tempat penampungan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (3/10/2018). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA—Entitas Grup Sinarmas Golden Energy and Resources Ltd. (GEAR) masih dalam proses mengakuisisi perusahaan batu bara Stanmore Coal yang bermarkas di Australia.

GEAR yang melantai di Bursa Singapura (SGX), 86,87% sahamnya dikuasai oleh PT Dian Swastika Sentosa Tbk. (DSSA). Adapun, GEAR dan DSSA memegang mayoritas saham emiten tambang batu bara Sinarmas yang beroperasi di Indonesia, yakni PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS).

“Proses akuisisi saat ini tengah berjalan. Bila ada kepastian akan kami sampaikan di keterbukaan Bursa Singapura dan juga Bursa Efek Indonesia,” tutur Sekretaris Perusahaan Dian Swastika Sentosa Susan Chandra saat dihubungi, Jumat (23/11/2018).

Pada 19 November 2018, dalam keterbukaan informasi di SGX, GEAR menyebutkan entitas usahanya akan mengakuisisi 100% saham Stanmore Coal Limited. Akuisisi itu dilakukan oleh Golden Investments Pte. Ltd, yang 51% sahamnya dipegang GEAR, dan sisanya dimiliki Ascend Capital Advisors Pte. Ltd.

Sebagai langkah awal, GEAR menyetujui mengakuisisi 19,9% saham Stanmore atau 50,11 juta lembar saham dengan harga AUS$0,95 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi mencapai AUS$47,6 juta atau US$34,44 juta.

Adapun, total pembelian saham Stanmore maksimal sejumlah 211,72 juta lembar. Total nilai transaksi dapat mencapai AUS$201,13 juta atau US$145,52 juta. Dengan perkiraan US$1 = Rp14.500, maka nilai pembelian saham mencapai Rp2,11 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan Stanmore, pada tahun fiskal 2018 perusahaan menjual batu bara metalurgi sejumlah 835.000 ton dan batu bara thermal 483.000 ton. Jumlah itu meningkat dari 2017 masing-masing sejumlah 832.000 ton dan 188.000 ton.

Harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) ialah AUS$144,8 per ton atau US$104,76 per ton. Dari ASP itu, perusahaan mendapatkan margin AUS$34,8 per ton atau US$25,18 per ton. Total pendapatan Stanmore mencapai AUS$208,08 juta (US$151,07 juta) dengan laba bersih AUS$5,96 juta (US$4,31).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Aksi Korporasi, sinarmas

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup