Kiwoom Sekuritas: Dipengaruhi Beragam Sentimen, IHSG Berpotensi Melemah

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Kamis (22/11/2018) IHSG berpotensi melemah dengan support dan resistance di level 5.911-5.982.
Emanuel B. Caesario | 22 November 2018 08:11 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (21/11/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA--Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Kamis (22/11/2018) IHSG berpotensi melemah dengan support dan resistance di level 5.911-5.982.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa ada sejumlah faktor yang akan menjadi sentimen penggerak IHSG hari ini. Kabar baik datang dari Eropa, di mana Italia pada akhirnya bersedia untuk melakukan diskusi terkait dengan rancangan anggaran untuk tahun depan 2019 yang telah ditolak beberapa waktu lalu. 

Pasalnya, kalau permasalahan ini tidak ditanggulangi, maka risiko terjadinya krisis fiskal di Italia akan menjadi tinggi. Melalui Wakil Perdana Menteri Matteo Salvini, mereka menyatakan akan mengkaji ulang rencana anggaran untuk tahun 2019 nanti. 

Beralih ke dalam negeri, kemarin dalam rapat terbatas, Presiden Jokowi memberikan arah agar dilakukan evaluasi berkala terhadap insentif perpajakan demi menarik investasi. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan seusai rapat bawah insentif perpajakan yang diberikan kepada dunia usaha mencakup tax holiday dan tax allowance akan diperluas dari sisi sektor, klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KLBI), dan kelompok bidang usaha yang akan mendapatkan tax holiday. 
Pemerintah juga menggunakan tax allowance, memberikan insentif untuk usaha kecil menengah, pembebasan PPN (Pajak Pertambahan Nilai), serta insentif perpajakan di sektor pertambangan, serta bea masuk yang ditanggung oleh pemerintah (BMDTP). 

"Tentu hal ini merupakan sesuatu yang baik karena akan mendorong investasi asing di Indonesia," katanya dalam riset harian, Kamis (22/11/2018).

Hal ini juga penting karena akan memberikan relaksasi dan stimulus bagi perekonomian dalam negeri.  "Namun, relaksasi seperti ini tentu tidak bisa memberikan impact dalam waktu dekat. Hal ini mungkin akan memberikan hasil untuk jangka menengah hingga panjang," katanya.

Kemarin, Rabu (21/11/2018) IHSG ditutup terkoreksi 57,24 poin (-0,95%) menjadi 5.948. Sektor yang mengalami penurunan terbesar di pimpin oleh sektor pertambangan (-5,02%), agrikultur (-1,57%) sedangkan sektor yang mengalami penguatan terbesar pada sektor properti dan industri dasar yang masing-masing menguat sebesar (+0,80%) dan (+0,54%).  Sementara itu, investor asing membukukan net sell di semua perdagangan saham sebesar Rp587 miliar.

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top