Mirae Asset Sekuritas: Harga SUN Akan Kembali Meningkat

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan pada perdagangan hari ini, Senin (19/11/2018) harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder secara umum kembali meningkat. 
Emanuel B. Caesario | 19 November 2018 10:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas memperkirakan pada perdagangan hari ini, Senin (19/11/2018) harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder secara umum kembali meningkat. 

Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas, mengatakan bahwa proyeksi kenaikan harga SUN di pasar sekunder hari ini, didorong oleh cenderung positifnya sentimen global bagi obligasi Indonesia pada akhir pekan lalu. 

Sentimen positif tersebut, berasal dari pernyataan beberapa pejabat The Fed di antaranya Jerome Powell yang mengindikasikan bahwa risiko perlambatan ekonomi global merupakan tantangan dalam proses normalisasi suku bunga The Fed. 

Selain itu, Wakil Ketua The Fed, Richard Clarida, mengindikasikan bahwa level suku bunga The Fed saat ini sudah mendekati level netralnya. 

Hal tersebut, dicerna oleh pasar sebagai pernyataan yang cenderung dovish sehingga yield US Treasury khususnya tenor 10 tahun turun ke level 3,06% dari sebelumnya 3,11% dan juga indeks dolar AS mengalami hal yang sama ke kisaran 96,47 poin dari sebelumnya di kisaran  96,93 poin.  

Menurunnya yield US Treasury dan indeks dolar AS, juga didorong oleh rilis beberapa data makro ekonomi AS salah satunya produksi industri AS yang turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya ke level 0,1% (MoM) dari sebelumnya 0,3%. 

Positifnya sentimen dari global menambah dorongan sentimen positif bagi harga SUN dari domestik melalui apresiasi rupiah pasca kenaikan BI-7DRRR. 

Meskipun demikian, adanya lelang SUN pada Rabu, 21 November 2018 dan libur pasar esok hari, diperkirakan membatasi kenaikan harga beberapa seri berikut FR0077, FR0078, FR0065, dan FR0075.

Dhian mengatakan, berdasarkan analisis bahwa pergerakan harga minyak mentah dunia merupakan leading indicator bagi yield/harga obligasi, maka tren penurunan harga minyak mentah dunia kurang lebih sebesar 33,89%  (current level dibandingkan level tertinggi di tahun ini pada Oktober lalu) untuk kategori WTI yang terjadi pada beberapa minggu yang lalu diperkirakan menjadi sinyal penurunan yield obligasi Indonesia.  

"Dengan kondisi saat ini di mana penurunan yield belum sepenuhnya terjadi, kami masih merekomendasikan investor untuk mengkoleksi beberapa seri SUN yang tergolong likuid seperti FR0063, FR0064, FR0077, FR0078, FR0065, dan FR0075," katanya dalam riset harian, Senin (19/11/2018).

"Sementara itu, meski tidak terlalu likuid, beberapa seri berikut masih menawarkan yield yang cukup menarik di antaranya FR0058, FR0074, FR0068, FR0067, dan FR0076," lanjutnya. 

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 91,40 (7,94%) - 91,80 (7,83%)
FR0064 (15 Mei 2028): 87,60 (8,02%) - 88,10 (7,93%)
FR0065 (15 Mei 2033): 85,90 (8,32%) - 86,40 (8,25%)
FR0075 (15 Mei 2038): 91,25 (8,42%) - 91,70 (8,37%)

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak di rentang Rp14.473 – Rp14.621 dengan kecenderungan menguat.

-REVIEW (16 November 2018)-
-PRICE OF INDONESIA GOVERNMENT BONDS-
FR0063: +17,60     bps to 91,46 (7,92%)
FR0064: +44,40     bps to 87,68 (8,00%)
FR0065: +24,20     bps to 86,21 (8,28%)
FR0075: +44,70     bps to 91,22 (8,48%)

-YIELD OF GLOBAL BONDS-
UST 2yr:    -0,054       point to 2,80%
UST 5yr:    -0,060       point to 2,88%
UST 10yr:  -0,047       point to 3,06%
UST 30yr:  -0,043       point to 3,32%
German Bund 10yr: +0,007 point to 0,37%
UK Gilt 10yr: +0,044  point to 1,41%

-CDS OF INDONESIA BONDS-
CDS 2yr:   +0,18%    to  71,36 
CDS 5yr:   +0,16%      to 146,28
CDS10yr:  +0,13%     to  223,39

-CRUDE OIL PRICES -
WTI:   +1,08%      to $57,07 per barrel 
BRENT: +0,21%   to $67,33 per barrel

Tag : sun
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top