50 Emiten Listing Tahun Ini, Tito Sulistio Sebut IDX Hebat

Mantan Bos Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengapresiasi pencapaian 50 emiten baru yang listing di bursa pada tahun ini sebagai pencapaian hebat, di tengah gejolak global yang terus menerpa.
Fajar Sidik | 09 November 2018 10:10 WIB
Tito Sulistio saat menjabat Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia memberikan sambutan saat acara Investor Gathering & Corporate Forum 2018 di Jakarta, Senin (22/1). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Bos Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengapresiasi pencapaian 50 emiten baru yang listing di bursa pada tahun ini sebagai pencapaian hebat, di tengah gejolak global yang terus menerpa.

Bahkan Tito yang kini menjabat sebagai Direktur Utama dan Independen PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) itu optimistis BEI akan mampu mencatatkan 66 emiten setahun ini.

Tito menyebutkan Dewata Freight International mencatat sejarah sebagai emiten ke 50 yang listing di IDX tahun ini sebagai prestasi hebat Bursa Efek Indonesia.

Menurutnya 50 emiten baru bukan angka mudah. Betul, pernah tercatat 66 perusahaan dalam setahun di BEJ dulu, tapi itu karena adanya PAKTO.

Dalam keadaan market global gonjang ganjing, uncertainty meningkat bisa capai 50 ( sejarah terbesar kedua 47 emiten baru tahun 1994 dan 37 tahun 2017), tidak mudah.

Sampai September kemarin Singapore baru 14 emiten baru, Vietnam 8, Malaysia 16, Thailand 7 bahkan Philipine hanya 1. Indonesia 50!!..KERENNN!!.

Selama 5 tahun terakhir emiten Indonesia Growth dengan 24% dari hanya 473 ke lebih dari 600.

Bandingkan dengan Malaysia yang tidak growth / stagnant di 910 emiten atau Singapore yang bahkan minus 4 % jumlah emitennya.

Pertanyaannya bagaimana ke depannya? Bagaimana agar bursa efek bisa bekerja secara efisien mempersiapkan diri , mendistribusikan informasi pasar modal, memastikan order trasaksi bisa lebih terfasilitasi dan biaya transaksi bisa sangat efisien.

Sementara PT. BEI sewajarnya bisa secara efektif mengembalikan dana yang diakumulasi kepada industri.

Pasar modal tidak akan menjadi penyebab dari suatu krisis tapi imbasnya akan selalu naik lebih dahulu dari naiknya perekonomian dan turun tergerus mendahului krisis keuangan yang akan terjadi.

"Bismillah angka 66 emiten per tahun akan terlampui, jika efisiensi kerja bursa efek didukung oleh efektivitas aktivitas dari BEI," tulisnya dalam opini Tito yang diterima Bisnis, Jumat (9/11).

Tag : ipo, tito sulistio
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top