Laporan dari Hong Kong: Biaya KYC Diklaim Lebih Murah dengan Blockchain

Penerapan sistem Known Your customer (KYC) atau satu Sarat untuk mengenal konsumen di industri keuangan, dinilai akan lebih murah dan mudah dengan penggunaan blockchain.
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 07 November 2018  |  11:32 WIB
Laporan dari Hong Kong: Biaya KYC Diklaim Lebih Murah dengan Blockchain
(kiri ke kanan) Prof Joseph Chan, Program Lead of Business Design and Innovation FBE KHU, Fredrick Bussler, Strategic Advisor Bridgrit, Keith akun, CEO Hearti, dan Ellis Gyongyos, CEO Know Your Token, berdikuai mengenai bagaimana keamanan dan tekhnologi BLOCKCHAIN Yang terus berkembang dan kian disempurnakan, di Tengah era perkembangan dunia teknologi dan internet of thing di gedung The Mira Hong Kong Selasa, (7/11/2018) - Adhitya Novardi

Bisnis.com, HONG KONG - Penerapan sistem Known Your customer (KYC) atau satu Sarat untuk mengenal konsumen di industri keuangan, dinilai akan lebih murah dan mudah dengan penggunaan blockchain.

Menurut Head of Technology Redhill, Kent Babin satu perusahaan teknologi informasi global, hal ini dipengaruhi proses data base transaksi yg transparan.

Ketika KYC data mahal, dengan blockchain semuanya menjadi cepat. Sama-sama berkontribusi untuk berikan informasi KYC. Dan bersama-sama menggunakan data untuk kepentingan masing, sekaligus untuk transparansi,” katanya dalam Masterclass Blockchain reporting di Hong-Kong Selasa, (7/11/2018).

Dia melanjutkan kelebihan blockchain tersebut juga dibarengi dengan tantangan lainnya seperti data transaksi yang tidak bisa diubah. Setiap data transaksi akan terekam dalam block transaksi yg saling terkait dengan blok transaksi lainnya.

Setiap perubahan data, lanjut Babin, akan menghasilkan block data Baru dengan catatan Baru lainnya.

“Publik akan bertanya, apa yang terjadi, kenapa datanya berubah, dan siapa yang mengubahnya,” kata dia.

Dia melanjutkan, dari sisi transaksi, blockchain akan menjadi kan transaksi lebih transparan.

“Hanya saja, Untuk publik, mungkin tidak Bagus karena semua orang tau Isi dompet saya dan aktivitas keuangan saya,” kata Babin.

Terkait dengan bagaimana kepercayaan soal blockchain, publik blockchain, lanjut dia, lebih mudah percaya dengan data daripada publik lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
blockchain

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top