Hingga September 2018, Kerugian Grup Mahaka Membengkak

Emiten media PT Mahaka Media Tbk. membukukan kinerja kurang memuaskan hingga periode yang berakhir 30 September 2018. Perseroan membukukan penurunan baik dari sisi penjualan maupun laba.
Dara Aziliya | 07 November 2018 12:25 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/10/2018)./JIBI/Bisnis - Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten media PT Mahaka Media Tbk. membukukan kinerja kurang memuaskan hingga periode yang berakhir 30 September 2018. Perseroan membukukan penurunan baik dari sisi penjualan maupun laba.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang dipublikasikan perseroan, Rabu (7/11/2018), emiten dengan sandi ABBA tersebut membukukan  penjualan bersih sebesar Rp152,61 miliar, menurun 21,55% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang senilai Rp194,53 miliar.

Beban perseroan tercatat mengalami kenaikan seperti beban dari laba bersih entitas asosiasi yang tercatat rugi Rp401,93 juta, dari sebelumnya positif Rp1,51 miliar. Perseroan juga mencatatkan rugi selisih kurs Rp253,64 juta dari sebelumnya laba Rp58,81 juta.

Sementara itu, beban lain-lain sebesar Rp6,35 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebagai pendapatan lain-lain senilai Rp2,96 miliar.

Meski perseroan membukukan laba atas pelepasan investasi sebesar Rp10,82 miliar atau naik 318,37% secara year-on-year (yoy) dari sebelumnya hanya Rp2,58 miliar. Selain itu, ada keuntungan dari pelepasan aktiva tetap sebesar Rp89,16 juta dari sebelumnya nihil.

Namun, rugi operasi perseroan tak terbendung, dengan nilai mencapai Rp23,78 miliar setelah pada periode sama tahun lalu masih membukukan laba sebesar Rp4,07 miliar.

Alhasil, perseroan membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp6,9 miliar pada periode yang berakhir September 2018, membengkak dari angka September 2017 yang sekitar Rp350,19 juta.

Direktur Utama Mahaka Media Adrian Syarkawie, belum lama ini, menyampaikan perseroan menargetkan dapat membukukan laba bersih sebesar Rp6 miliar pada 2018 setelah pada dua tahun sebelumnya masih membukukan kerugian.

Dia menyebut perseroan akan menggenjot laba konsolidasi dari seluruh lini terutama dari iklan. Segmen iklan memang menjadi kontributor laba bersih pendapatan perseroan yaitu sebesar 70%-75%.

“Meski data menunjukkan belanja iklan pada semester I/2018 drop, tapi potensinya tetap besar. Kami mendorong dari sisi yang lebih potensial, makanya perseroan lebih push iklan daripada dari segmen event,” terang Adrian.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, mahaka media

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top