KINERJA KUARTAL III/2018: Proyek Infrastruktur Masih Topang Adhi Karya (ADHI)

Sejumlah pekerjaan infrastruktur yang digarap oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. masih menjadi penopang kinerja keuangan perseron sampai dengan kuartal III/2018.
M. Nurhadi Pratomo | 29 Oktober 2018 22:07 WIB
PT Adhi Karya - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA— Sejumlah pekerjaan infrastruktur yang digarap oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. masih menjadi penopang kinerja keuangan perseron sampai dengan kuartal III/2018.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2018 yang dipublikasikan melalui laman PT Bursa Efek Indonesia, Senin (29/10), Adhi Karya membukukan pendapatan Rp9,43 triliun. Jumlah tersebut naik dari Rp8,71 triliun pada periode yang sama atahun lalu.

Beban pokok pendapatan emiten berkode saham ADHI itu tercatat hanya naik tipis 3,12% secara tahunan pada kuartal III/2018. Kenaikan terjadi dari Rp7,70 triliun menjadi Rp7,94 triliun.

Dengan demikian, kontraktor pelat merah tersebut mengantongi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp335,53 miliar. Pencapaian itu naik 63,62% dari periode yang sama tahun lalu Rp205,07 miliar.

Di sisi lain, per 30 September 2018, ADHI memiliki total liabilitas Rp22,23 triliun. Total ekuitas yang dimiliki senilai Rp6,10 triliun per kuartal III/2018.

Adapun, total aset yang dimiliki perseroan senilai Rp28.339,86 miliar per 30 September 2018. Terjadi kenaikan tipis dari Rp28.332,94 miliar pada 31 Desember 2017.

Sementara itu, per 30 September 2018, arus kas neto digunakan untuk aktivitas operasi tercatat masih negatif Rp2,09 triliun. Namun, terjadi penyusutan 30,56% dari posisi pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp3,02 triliun.

Secara terpisah, Direktur Keuangan Adhi Karya Entus Asnawi M. mengatakan pekerjaan kontraktor masih menjadi penopang kinerja fundamental perseroan. Jenis pekerjaan konstruksi yang berkontribusi besar menurutnya adalah jalan tol.

“[Penopang kinerja] lebih banyak dari pekerjaan konvensional infrastruktur,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (29/10/2018).

Entus menyatakan optimistis perseroan masih mampu menjaga kinerja keuangan hingga akhir 2018. Pihaknya mengklaim order book atau kontrak dihadapi yang dimiliki mampu menopang kinerja sampai dengan pengujung tahun ini.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, Adhi Karya telah telah mengantongi kontrak baru Rp11,4 triliun per September 2018. Tercatat, terjadi pertumbuhan 34,2% dari periode Agustus 2018.

Sebelumnya, Ki Syahgolang Permata, Corporate Secretary Adhi Karya menuturkan perseroan masih mengikuti proses tender untuk sejumlah proyek, seperti bendungan, jalan dan jembatan, serta pekerjaan lainnya. Oleh karena itu, pihaknya menyatakan optimistis dapat mencapai target kontrak tahun ini.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham ADHI terkoreksi 60 poin atau 5,06% ke level Rp1.125 pada sesi penutupan perdagangan, Senin (29/10). Saham perseroan tercatat diperdagangkan dengan price earning ratio (PER) 9,45 kali.

Total kapitalisasi pasar yang dimiliki Rp4,01 triliun. Untuk periode berjalan 2018, pergerakan saham tercatat mengalami koreksi 40,32%.

Tag : adhi karya, kinerja emiten
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top