Investor Tunggu Arah Suku Bunga Acuan, IHSG Ditutup Melemah

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,14% atau 7,95 poin di level 5.837,29, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,6% atau 35,11 poin di level 5.810,13.
Aprianto Cahyo Nugroho | 19 Oktober 2018 17:23 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (19/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,14% atau 7,95 poin di level 5.837,29, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,6% atau 35,11 poin di level 5.810,13.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.796,78 – 5.861,99. Adapun pada perdagangan Kamis (18/10/2018), IHSG ditutup melemah 0,4% atau 23,38 poin di posisi 5.845,24.

Enam dari sembilan sektor menetap di zona merah, dengan tekanan terbesar oleh sektor konsumer yang melemah 0,72%, disusul sektor finansial dengan pelemahan 0,51%.

Sementara itu, tiga sektor lainnya menguat, dipimpin sektor aneka industri yang naik 3,37%.

Dari 610 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 179 saham di antaranya menguat, sedangkan 204 saham melemah, dan 227 saham stagnan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang melemah 2,27% menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG, diikuti saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang melemah 1,30%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,31% atau 1,582 poin di level 509,27, setelah dibuka melemah 0,9% atau 4,60 poin di posisi 506,25.

IHSG melemah di saat indeks saham di Asia Tenggara mayoritas melemah sore ini, dengan indeks FTSE Malay KLCI turun 0,34%, indeks SE Thailand melemah 0,92%, indeks FTSE Straits Time Singapura melemah 0,23%, sedangkan indeks PSEi Filipina menguat 0,14%.

Di Asia, indeks Topix dan Nikkei 225 ditutup melemah masing-masing 0,69% dan 0,56%, sedangkan indeks Hang Seng menguat 0,42%.

Kiwoom Sekuritas Indonesia sebelumnya mengatakan sentimen penggerak IHSG tidak jauh-jauh dari risalah The Fed yang berencana akan tetap menaikan suku bunga acuannya.

Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus mengatakan faktor inilah yang akan membuat para pelaku pasar dan investor menantikan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan berlangsung pada 23 Oktober 2018. 

Pandangan BI, khususnya terkait volatilitas rupiah dan strategi bank sentral Indonesia hingga akhir tahun, akan menjadi sentimen tersendiri saat RDG. 

Menilik dari tingginya volatilitas dan pelemahan rupiah yang sudah mencapai kisaran 11%, dia menilai masih ada potensi bagi BI untuk menaikan tingkat suku bunganya. 

Di lain pihak, Prakash Sakpal, ekonom Asia di ING mengatakan Bank Indonesia diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga acuan pada RDG pekan depan, setelah kenaikan 150 basis poin sejak Mei.

Sementara itu, 5 dari 6 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan Bank Indonesia akan tetap mempertahankan level BI 7-Day Repo Rate pada 5,75%, sedangkan satu ekonom memperkirakan kenaikan 25 basis poin.

 

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BBRI

-2,27

HMSP

-1,30

BBCA

-0,95

TLKM

-0,80

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

ASII

+3,91

MAYA

+17,27

CPIN

+5,61

UNVR

+1,49

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top