Prediksi IHSG Jumat (19/10/2018): Indeks Lanjutkan Koreksi Wajar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah perdagangan Kamis (18/10/2018). Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,40% atau 23,38 poin di level 5.845,24, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,32% atau 18,50 poin di level 5.850,12.
Dara Aziliya | 18 Oktober 2018 19:48 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA--Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah perdagangan Kamis (18/10/2018). Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,40% atau 23,38 poin di level 5.845,24, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,32% atau 18,50 poin di level 5.850,12.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG bergerak pada level 5.811,92 – 5.858,79. Pada perdagangan hari sebelumnya (17/10/2018), IHSG mampu melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari kedua dengan berakhir menguat 1,17% di posisi 5.868,62.

Lima dari sembilan sektor menetap di zona merah, dengan tekanan terbesar oleh sektor infrastruktur yang melemah 2,52%, disusul sektor tambang dengan pelemahan 0,90%. Sementara itu, tiga sektor lainnya menguat, dipimpin sektor pertanian yang naik 3,58%, sedangkan sektor aneka industri berakhir stagnan.

Dari 610 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 187 saham di antaranya menguat, sedangkan 195 saham melemah, dan 228 saham stagnan. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) yang melemah 3,59% menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG, diikuti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melemah 1,77%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,84% atau 4,322 poin di level 510,85, setelah dibuka melemah 0,54% atau 2,77 poin di posisi 512,41.

Vice President Research Department William Surya Wijaya menyampaikan peluang kenaikan IHSG masih terlihat cukup besar, karena support level teruji sudah berhasil dilewati. Pergerakan indeks akan didukung oleh rilis data kinerja emiten sepanjang kuartal III/2018 yang diyakini mengalami peningkatan.

“Kondisi tersebut akan menunjang kenaikan IHSG hingga beberapa waktu mendatang. Fluktuasi nilai tukar dan harga komoditas masih akan mewarnai pola gerak IHSG,” ungkap William.

Dia memprediksi besok IHSG berpotensi menguat dengan beberapa saham yang direkomendasikan yaitu ASII, WTON, UNVR, GGRM, KLBF, PWON, WIKA, ICBP, dan BBNI.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menyampaikan berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua IHSG pada Jumat (19/10/2018) memiliki rentang 5.818,51—5.791,78. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki rentang 5.865,37—5.885,51.

“Berdasarkan indikator, MACD berhasil membentuk pola golden cross di area negatif. Sementara itu, stokastik dan RSI masih berada di area netral. Namun terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support,” ungkap Nafan.

Beberapa saham yang dia rekomendsikan untuk dicermati investor pada perdagangan besok, yaitu BUMI, JSMR, INCO, PGAS, TINS, dan UNVR.

Tag : IHSG
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top