Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bayan Resources (BYAN) Bidik Kapasitas Produksi Batu Bara 60 Juta Ton

Emiten pertambangan batu bara PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) mengalokasikan dana dari kas internal sebesar US$255 juta untuk menambah kapasitas produksi batu bara di Tabang, Kalimantan Timur, menjadi 60 juta ton pada 2021.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 15 Oktober 2018  |  02:07 WIB
Aktivitas bongkar muat batu bara di salah satu tempat penampungan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (3/10/2018). - ANTARA/Irwansyah Putra
Aktivitas bongkar muat batu bara di salah satu tempat penampungan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (3/10/2018). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten pertambangan batu bara PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) mengalokasikan dana dari kas internal sebesar US$255 juta untuk menambah kapasitas produksi batu bara di Tabang, Kalimantan Timur, menjadi 60 juta ton pada 2021.

Direktur & Corporate Secretary Bayan Resources Jenny Quantero menyampaikan, dalam 3 tahun ke depan sampai dengan 2021, perusahaan berencana meningkatkan kapasitas produksi batu bara di Tabang, Kaltim. Total dana yang dialokasikan sebesar US$255 juta.

“Sumber pendanaan itu berasal dari kas internal,” tuturnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (12/10/2018).

Posisi kas dan setara kas perseroan pada akhir Juni 2018 mencapai US$134,72 juta, turun dari semester I/2017 sebesar US$143,65 juta. Adapun, ekuitasnya naik menuju US$640,76 juta pada semester I/2018 dari akhir 2017 US$515,60 juta.

Di daerah Tabang, BYAN memiliki dua perusahaan, yakni PT Bara Tabang dan PT Fajar Sakti Prima. Ditargetkan pada 2021 kapasitas produksi batu bara meningkat menjadi 50 juta—60 juta ton, dari level saat ini 25 juta—35 juta ton.

Bayan sebetulnya mengandalkan 5 konsesi tambang dalam menghasilkan batu bara. Adapun, konsesi Tabang berkontribusi sekitar 80% dari total produksi BYAN.

Pada kuartal III/2018, perusahaan memproduksi batu bara sejumlah 8 juta ton. Volume itu menurun dari kuartal II/2018 sejumlah 8,4 juta ton, tetapi naik dari kuartal I/2018 sebanyak 6,4 juta ton. Dengan demikian, per September 2018 perseroan mengasilkan batu bara sejumlah 22,8 juta ton.

Jenny menyebutkan, kinerja pada kuartal III/2018 naik 23% year-on-year (yoy) dan melampaui target manajemen. Adapun, volume pengupasan lapisan penutup meningkat 48% yoy menjadi 37,4 juta bank cubic meter (BCM), rekor tertinggi yang pernah diraih perusahaan.

Ada tiga faktor yang mendorong produksi pada kuartal III/2018. Pertama, curah hujan yang lebih rendah menambah waktu operasional, kedua, mobilisasi peralatan tambang tambahan, ketiga, dimulainya kegiatan pengupasan oleh PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA).

BUMA yang merupakan anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID). Perusahaan mencatatkan volume pengupasan lapisan penutup sebesar 38,6 juta BCM pada Agustus 2018, yang menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perseroan.

Dari sisi penjualan, pada periode Juli—September 2018 Bayan Resources memasarkan batu bara sejumlah 6,5 juta ton, naik 16% yoy, kendati turun dari kuartal II/2018 sebesar 7,6 juta ton. Dengan demikian, per September 2018 BYAN membukukan penjualan batu bara 20,8 juta ton.

Jenny menyampaikan, adanya penurunan penjualan pada kuartal III/2018 akibat ketinggian air yang lebih rendah saat musim kering sehingga berdampak negatif terhadap operasional tongkang sebagai pengangkut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bayan resources kinerja emiten
Editor : Pamuji Tri Nastiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top