Dirut BULL Tambah Kepemilikan Saham

Direktur Utama PT Buana Lintas Lautan Tbk. Wong Kevin mengumumkan penambahan jumlah kepemilikan saham pada perseroan yang dipimpinnya tersebut.
Dara Aziliya | 12 Oktober 2018 16:08 WIB
Pelajar mengamati monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Utama PT Buana Lintas Lautan Tbk. Wong Kevin mengumumkan penambahan jumlah kepemilikan saham pada perseroan yang dipimpinnya tersebut.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan perseroan emiten dengan sandi BULL tersebut menyampaikan, Wong Kevin melakukan pembelian saham sebanyak 500.000 lembar dengan harga pembelian sebesar Rp154.

“Tujuan dari transaksi adalah untuk investasi jangka panjang,” jelas Kevin dalam keterbukaan informasi, Jumat (12/10/2018).

Dengan penambahan 500.000 lembar saham tersebut, maka jumlah saham BULL yang dikuasai Kevin adalah 66.037.950 lembar atau 0,9% dari sebelumnya 65.537.950.

Tanggal transaksi yang dilakukan Kevin adalah 9 Oktober. Pada penutupan perdagangan tanggal tersebut, saham BULL tercatat mengalami koreksi tipis 3 poin atau 1,91% ke level Rp154.

Adapun, pemegang saham terbesar BULL adalah publik yaitu mencapai 53,372%, lalu UOB Kay Hian Hong Kong Ltd-Madison Pcific Trust Ltd OBO PT Tesco sebesar 13,748%, dan disusul CSSEL PRBR SA Client AC for Caymand Fund – 94644032 sebesar 10,47%.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, Buana Lintas Lautan membukukan pendapatan sebesar US$44,98 juta pada paruh pertama tahun ini, meningkat 39,76% dibanding pendapatan yang dibukukan perseroan pada semester I/2017 (yoy) yang sebesar US$32,18 juta.

BULL membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar US$6,5 juta, melonjak 78,52% dibandingkan laba bersih yang diraup perseroan pada semester I/2017 yang sebesar US$3,64 juta.

Sejak awal tahun ini, manajemen BULL fokus membenahi bisnis perseroan yang sempat lesu karena penurunan harga minyak dunia dan keputusan Pertamina yang sempat memasukkan BULL ke dalam daftar hitam perusahaan minyak pelat merah tersebut.

 
 
 

Tag : kinerja emiten
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top