Trada Alam Minera (TRAM) Ekspansi Bisnis Logistik Tambang

PT Trada Alam Minera Tbk. (TRAM) menargetkan volume pengangkutan logistik batu bara melalui anak usahanya PT Gunung Bara Utama (GBU) mencapai 1 juta ton. 
Hafiyyan | 10 Oktober 2018 21:03 WIB
Pekerja beraktivitas di area pertambangan batu di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (17/10). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—PT Trada Alam Minera Tbk. (TRAM) menargetkan volume pengangkutan logistik batu bara melalui anak usahanya PT Gunung Bara Utama (GBU) mencapai 1 juta ton. 

Emiten pelayaran itu memang makin mantap melangkah ke bisnis batu bara setelah mengakuisisi 100% saham GBU pada akhir 2017. Selain dari produksi dan penjualan batu bara, TRAM kini mengambil pemasukan dari lini infrastruktur logistik.

Direktur Utama Trada Alam Minera Soebianto Hidayat menyampaikan, perseroan mulai merealisasikan rencana pengembangan infrastruktur logistik pertambangan batu bara di Kab. Kutai Barat, Kalimantan Timur. Sebagai langkah awal, GBU menandatangani perjanjian kerja sama penggunaan logistik pertambangan dengan PT Citra Dayak Indah (CDI).

“Volume batu bara yang disepakati dalam kerja sama ialah 700.000 ton per tahun. Melihat potensi yang ada, jumlahnya dapat bertambah menjadi 1 juta ton per tahun,” tuturnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Rabu (10/10/2018).

Kerja sama dengan CDI yang dimulai pada 8 Oktober 2018 disepakati untuk jangka waktu 3 tahun sampai dengan 8 Oktober 2021. Perjanjian itu juga memuat opsi perpanjangan.

CDI merupakan perusahaan tambang yang operasional produksinya berdekatan dengan area tambang GBU. Ke depan, TRAM juga membuka peluang kerja sama infrastruktur logistik dengan perusahaan tambang lainnya. 

“Peluang kerja sama yang saling menguntungkan di bidang infrastruktur logistik dapat kami perluas hingga tambang di Kalimantan Tengah,” paparnya. 

Soebianto menambahkan, dengan adanya ekspansi di bidang infrastruktur logistik, perseroan memperoleh pendapatan signifikan di luar bisnis perkapalan. Hal itu turut memberikan keuntungan kepada pemegang saham publik.

Tag : korporasi, kinerja emiten
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top