EMITEN BARU: Jaya Bersama Indo (DUCK) Incar Kenaikan Laba 54%

Emiten restoran dengan merek The Duck King, PT Jaya Bersama Indo Tbk. mengincar pertumbuhan laba hingga 54% pada akhir 2018 atau senilai Rp111 miliar.
Novita Sari Simamora | 10 Oktober 2018 17:46 WIB
Direktur Utama PT Jaya Bersama lndo Tbk Limpa Itsin Bachtiar (tengah) bersama Direktur Lin Manuhutu (kiri), dan Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo mengamati nilai perdagangan saham perseroan, di galeri BEI, Jakarta, Rabu (10/10/2018). - JIBI/Endang Muchtar
Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten restoran dengan merek The Duck King, PT Jaya Bersama Indo Tbk. mengincar pertumbuhan laba hingga 54% pada akhir 2018 atau senilai Rp111 miliar.
Direktur Jaya Bersama Indo Dewi Tio mengungkapkan bahwa hingga Juni 2018, nilai laba bersih yang telah dikantongi  sekitar 47% dari target yang ditetapkan. Emiten bersandi saham DUCK mengincar pendapatan senilai Rp617 miliar atau naik 14% dari posisi Rp538 miliar.
"Target pendapatan senilai Rp617 miliar dan laba senilai Rp111 miliar. Kami yakin ini akan tercapai," ungkapnya di Jakarta, Rabu (10/10/2018).
Dalam laporan keuangan 2017, gerai-gerai di Jakarta berkontribusi paling besar terhadap pendapatan atau senilai Rp405,26 miliar, disusul oleh gerai di luar Jakarta, Bandung dan Surabaya masing-masing senilai Rp64,81 miliar, Rp34,18 miliar dan Rp33,98 miliar.
Analis Mirae Asset Sekuritas Nur Marini mengungkapkan, perseroan memiliki empat keunggulan. Pertama, The Duck King merupakan restoran chinese food terbesar di Indonesia dengan lebih dari 20 cabang di Indonesia. Kedua, The Duck King dikenal dengan label halal, yang dapat menarik populasi Muslim Indonesia.
Ketiga, untuk pasokan beberapa bahan makanan, perusahaan bergantung pada perusahaan afiliasi bernama PT Sentra Kuliner Sejahtera dan keempat, sebagian besar restoran The Duck King terletak di pusat perbelanjaan premium di kota-kota besar di Indonesia. 
"Kami percaya bahwa mempertahankan keempat keunggulan ini akan menghasilkan lebih banyak peluang bagi pertumbuhan perusahaan di masa depan," tulisnya dalam riset medio Oktober.
Tag : ipo, Aksi Korporasi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top