Gempa Palu Diprediksi Tak Ganggu Ekspor, Harga Karet Ditutup Melemah

Harga karet untuk kontrak teraktif Maret 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup melemah 1,68% atau 2,9 poin ke level 169,50 yen per kg.
Aprianto Cahyo Nugroho | 03 Oktober 2018 15:11 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet melanjutkan mengakhiri reli penguatan selama tiga hari berturut-turut pada perdagangan hari ini, Rabu (3/10/2018).

Harga karet untuk kontrak teraktif Maret 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup melemah 1,68% atau 2,9 poin ke level 169,50 yen per kg.

Padahal, harga karet dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,35% atau 0,6 poin di posisi 173 yen per kg, setelah pada akhir perdagangan Selasa (2/10/2018) ditutup menguat 0,52% atau 0,9 poin ke level 172,40 yen per kg.

Harga karet melemah dari level tertinginya dalam satu bulan karena yen yang sempat rebound terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran mengenai masalah fiskal Italia.

Takaki Shigemoto, analis lembaga riset JSC di Tokyo, mengatakan harga karet juga melemah menyusul spekulasi bahwa gempa di Palu tidak akan mengganggu ekspor dari Indonesia, yang merupakan eksportir terbesar kedua di dunia,

“Sumatra dan Kalimantan adalah daerah penghasil utama di Indonesia dan tidak terpengaruh. Harga karet fisik tetap tidak berubah pekan ini, menandakan pasokan yang cukup di Asia,” ungkap Takaki, seperti dikutip Bloomberg.

Nilai tukar yen terpantau melemah 0,11% atau 0,13 poin ke level 113,78 per dolar AS pada pukul 14.37 WIB, setelah melemah hingga level 113,85 per dolar AS pagi tadi.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Maret 2019 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

3/10/2018

169,50

-1,68%

2/10/2018

172,4

+0,52%

1/10/2018

171,50

+2,08%

28/9/2018

168,00

+0,54%

27/9/2018

167,10

-1,12%

Sumber: Bloomberg

Tag : harga karet
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top