Gencar Edukasi Nasabah, RELI Optimistis Terus Tumbuh

Meski pasar dan ekonomi tengah volatile, PT Reliance Sekuritas Indonesia (RELI) mencatat kinerja cukup positif sepanjang 2018.
M. Taufikul Basari | 26 September 2018 22:03 WIB
Karyawan berjalan melintasi layar informasi Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/9/2018). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Meski pasar dan ekonomi tengah volatile, PT Reliance Sekuritas Indonesia (RELI) mencatat kinerja cukup positif sepanjang 2018.

Direktur RELI Sriwidjaja Rauf mengklaim bahwa pertumbuhan positif itu sejalan dengan meningkatnya kepercayaan dari para investor atau mereka yang menanamkan investasi di pasar saham melalui Reliance.  

Di tahun ini kami memang menggencarkan edukasi ke publik, dengan harapan semakin tumbuh kepercayaan terhadap perusahaan, sehingga publik tak ragu berinvestasi di RELI,” kata Sriwidjaja, dalam rilisnya, Rabu (27/9/2018).

Selain edukasi, pihaknya menggandeng lembaga lain seperti dalam peluncuran program Yuk Nabung Saham.

Menurut Sriwidjaja, sebagai perusahaan broker atau perantara saham/efek, RELI memiliki pengalaman dan jaringan luas di berbagai daerah, dengan beragam produk sesuai kebutuhan nasabah atau investor.

RELI adalah full service broker, yang selain bertindak sebagai perantara jual beli efek, juga memberikan jasa nasihat investasi  dalam membantu investor dalam mengambil keputusan.  Nasihat investasi diberikan tim riset dan analis.

“Seperti bank, kami pun memiliki model bisnis sama, yakni menjaga kepercayaan. Dalam hal ini kepercayaan dari nasabah bahwa dana dan saham mereka ditempatkan secara aman dan terpisah dari rekening perusahaan.

Pertumbuhan positif RELI juga ditopang oleh adanya inovasi di tengah situasi dan perkembangan ekonomi dan investasi yang dinamis. Di antaranya adalah peluncurkan aplikasi mobile trading, disertai beragam konten menarik untuk membantu nasabah.

“Jika tak ada kendala, di akhir tahun aplikasi sudah bisa diunduh. Fitur yang tersedia, sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Misalnya jual beli saham, pengecekan saldo dana dan efek, juga memantau berbagai informasi terbaru di pasar saham, sebagai acuan membuat keputusan investasi,” kata Sriwidjaja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sekuritas

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top