Urban Jakarta Propertindo Mulai Bangun TOD Urban Sky

PT Urban Jakarta Propertindo (UJP) memulai pembangunan fisik proyek Urban Sky di Cikunir, Bekasi yang bernilai Rp1,3 triliun hari ini, Jumat (31/8/2018) dengan target penyelesaian  kurang dari dua tahun.
Emanuel B. Caesario | 31 Agustus 2018 10:50 WIB
Pencanangan pembangunan TOD Urban Sky - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA-- PT Urban Jakarta Propertindo (UJP) memulai pembangunan fisik proyek Urban Sky di Cikunir, Bekasi yang bernilai Rp1,3 triliun hari ini, Jumat (31/8/2018).  Proyek tersebut,  ditarget selesai  kurang dari dua tahun.

Tri Rachman Batara, Direktur Pengembangan Usaha dan Sekretaris Perusahaan Urban Jakarta Propertindo, mengatakan bahwa Urban Sky adalah proyek dengan konsep TOD (Transit Oriented Development) di jalur LRT (Light Rail Transit) Jakarta-Bekasi.

Proyek ini, nantinya akan terdiri dari dua tower besar terdiri dari 3.300 unit apartemen dan 4.600 m2 area komersial serta area publik termasuk sarana olah raga, serta sekitar 25.000 m2 area parkir (gedung), seluruhnya dibangun di atas lahan seluas 12.650 m2.

Tri mengatakan, proyek ini telah mendapatkan ijin-ijin prinsip yang dibutuhkan seperti IMB dan izin test pile.

Perseroan menunjuk Adhi Persada Gedung (APG) sebagai kontraktornya,  terutama karena pengalamannya membangun fasilitas dengan konsep serupa di beberapa lokasi lainnya.

“Kami percaya bahwa hunian dan fasilitas dengan konsep TOD akan menjadi pilihan utama bagi para urban, yaitu kelompok masyarakat yang berdomisili di luar Jakarta dan sehari-hari bekerja, sekolah dan berkegiatan lain di kota Jakarta,” ungkap Batara melalui siaran pers, Jumat (31/8/2018).

Batara mengatakan, bagi mereka yang tinggal di Urban Sky nanti, mobilitas dari dan ke Jakarta dan pusat bisnis menjadi sangat mudah dan murah, karena stasiun LRT ada di dalam area tempat tinggal mereka.

"Mereka dapat menghemat pengeluaran transportasi hingga sekitar Rp6 juta per bulan,” katanya.

Rencana IPO

PT Urban Jakarta Propertindo adalah perusahaan pengembang nasional yang didirikan pada tahun 2016 dan berkembang sangat cepat.

Batara mengatakan, saat ini perseroan tengah berencana untuk go public atau melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/ IPO) di Bursa Efek Indonesia.

"Kami sedang mempersiapkan dan menyelesaikan dokumen-dokumen untuk IPO. Harapannya di awal bulan September ini kami sudah bisa submit dokumen-dokumen tersebut ke OJK.  Target kami di awal bulan Desember 2018  sudah bisa listing di BEI," katanya.

Saat ini UJP tengah mengembangkan empat proyek berkonsep TOD. Dua diantaranya, yaitu Gateway Park di Jaticempaka dan Urban Signature di Ciracas, merupakan proyek kerjasama operasi (KSO) dengan PT Adhi Commuter Properti.

Sementara itu dua proyek lainnya yakni Urban Sky dan Urban Suites di Cikunir sepenuhnya dimiliki dan dikembangkan oleh UJP.

Berdasarkan laporan keuangan Perusahaan tahun 2017, UJP memiliki total aset sebesar Rp1,05 triliun.

Diperkirakan nilai aset-aset tersebut akan sangat cepat bertumbuh seiring dengan pengembangan usaha perusahaan dan pertumbuhan nilai asset terutama setelah proyek LRT selesai dan beroperasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jakpro

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top