Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Telkom Indonesia (TLKM) Segera Rampungkan Pembangunan IGG September 2018

Emiten telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. akan segera merampungkan pembangunan infrastruktur sistem kabel laut serat optik internasional yaitu Indonesia Global Gateway (IGG).
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 29 Agustus 2018  |  20:12 WIB
Suasana di Telkom Indonesia National Command Center (TIOC) di Jakarta, Rabu, (13/6/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Suasana di Telkom Indonesia National Command Center (TIOC) di Jakarta, Rabu, (13/6/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. akan segera merampungkan pembangunan infrastruktur sistem kabel laut serat optik internasional yaitu Indonesia Global Gateway (IGG).

Direktur Keuangan Harry M. Zen menyampaikan per-Rabu (29/8/2018), pembangunan IGG tersebut sudah mencapai 96%. Nantinya, IGG akan menyambung dua konektivitas internasional yang telah dibangun perseroan sebelumnya.

Kedua konektifitas traffic carrier tersebut yaitu jalur Seamewe 5 yang membentang dari Dumai di Indonesia hingga Marseille di Prancis sepanjang 20.000 kilometer yang sudah beroerasi pada Januari 2017. Jalur kedua yaitu yang membentang dari Manado, Sulawesi Utara, hingga California,  Amerika Serikat sepanjang 15.000 kilometer.

“Pembangunan IGG ini akan menyambung Dumai dan Manado. Jika tersambung, Indonesia akan bisa menjadi globa digital hub. Sambungan IGG ini merupakan saham milik TLKM seluruhnya,” jelas Harry di Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Jalur traffic carrier tersebut merupakan bagian dari bisnis Wholesale & International milik Telkom yang pada semester I/2018 menyumbangkan pendapatan sebesar Rp4,3 triliun atau meningkat 21,7% dibandingkan dengan semester I/2017.

Simultan dengan upaya penyelesaian IGG, pada pekan pertama Agustus 2018 perseroan baru saja meluncurkan satelit Merah Putih yang membawa 60 transponder aktif dengan jangkauan dari Indonesia hingga negara-negara di Asia Selatan.

Kehadiran Satelit Merah Putih akan menambah kapasitas transponder satelit milik Telkom, sehingga  diharapkan dapat mengurangi kesenjangan digital di Indonesia (digital divide) dan memperkuat bisnis internasional Grup Telkom.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkom kabel optik
Editor : Riendy Astria

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top