Wijaya Karya (WIKA) Kantongi Kontrak Baru Rp23,45 Triliun

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mengantongi kontrak baru senilai Rp23,45 triliun sampai dengan pekan ketiga Agustus 2018.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 27 Agustus 2018  |  15:33 WIB
Wijaya Karya (WIKA) Kantongi Kontrak Baru Rp23,45 Triliun
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mengantongi kontrak baru senilai Rp23,45 triliun sampai dengan pekan ketiga Agustus 2018.

Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana mengatakan emiten berkode saham WIKA tersebut tidak lagi mengandalkan proyek yang berasal dari pemerintah. Menurutnya, perseroan akan memperluas pasar konstruksi melalui sinergi badan usaha milik negara (BUMN) dan sektor swasta.

“Proyek-proyek dengan nilai kontrak tinggi biasanya baru dimulai pada semester II/2018 sehingga peluang WIKA untuk memeroleh proyek semakin besar,” ujarnya di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Tumiyana mengungkapkan, saat ini sinergi BUMN menyumbangkan kontrak terbesar yakni 37,58%. Posisi kedua disusul oleh swasta dengan 37,57% serta pemerintah 24,85%.

Adapun, sampai dengan pekan ketiga Agustus 2018, WIKA telah mengantongi Rp23,45 triliun. Pencapaian itu setara dengan 40,36% dari target kontrak baru senilai Rp58,11 triliun.

Secara detail, sektor infrastruktur dan gedung berkontribusi Rp17,44 triliun, sektor industri Rp4,63 triliun, sektor energi dan industrial plant Rp725,59 miliar, serta sektor properti Rp657,23 miliar.

Kontraktor pelat merah itu memaparkan sejumlah pekerjaan baru yang didapatkan yakni Bendungan Tiga Dihaji Oku Selatan, Sumatra Selatan, Pembangunan Dermaga Pelabuhan Bagendeng, Kalimantan Tengah, Dermaga Multipurpose Pelabuhan Bumiharjo, Jawa Timur, serta pembangunan persekolahan DKI Jakarta paket 1,2, dan 5.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wijaya karya

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup