Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arwana Citramulia (ARNA) Komersilkan Pabrik Baru pada Semester II/2019

Emiten produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk. mulai menggelontorkan investasi untuk pembangunan pabrik baru perseroan yang akan berlokasi di Ogan Komeng Ilir, Sumatra Selatan.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 14 Agustus 2018  |  18:30 WIB
Arwana Citramulia (ARNA) Komersilkan Pabrik Baru pada Semester II/2019
CEO PT Arwana Citramulia Tbk Tandean Rustandy (tengah) beserta jajaran direksi menyayikan bersama lagu Rumah Kita gubahan God Bless dalam perayaan ulang tahun ke-25 PT Arwana Citramulia Tbk di Jakarta, Kamis (22/2/2018) malam. - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk. mulai menggelontorkan investasi untuk pembangunan pabrik baru perseroan yang akan berlokasi di Ogan Komeng Ilir, Sumatra Selatan.

Direktur Operasional Arwana Citramulia Edy Suyanto menyampaikan perseroan akan menambah kapasitas sebesar 6 juta ton yang pengerjaannya dimulai pada 2018. Perseroan telah merampungkan pembangunan fisik pabrik di Sumsel tersebut.

“Pembangunan fisiknya untuk penambahan lini 1 sudah selesai dan saat ini perseroan sedang menunggu kedatangan mesin-mesin baru dari Italia. Dengan tambahan kapasitas ini, kami menargetkan [mulai dikomersilkan] pada semester II/2019,” ungkap Edy di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Dengan penambahan kapasitas pabrik tersebut, total produksi perseroan per tahun dapat mencapai 63,37 juta meter persegi keramik. Perseroan memperbesar kapasitas produksi untuk menangkap pertumbuhan pasar nasional dan regional.

Edy menyampaikan perseroan akan terlebih dahulu meningkatkan kapasitas pabrik di Sumatra Selatan, sebelum di pabrik lain, karena kenaikan permintaan di wilayah Sumatera. Pemulihan harga komoditas dan pembangunan infrastruktur mengerek konsumsi keramik di wilayah tersebut.

“Pertumbuhan permintaan keramik akan tumbuh karena konsumsi per kapita kita yang masih rendah. Dengan produksi sekitar 350 juta meter persegi tahun lalu dan 250 juta penduduk, konsumsi keramik per kapita hanya 1,3 meter persegi. Padahal rata-rata di Asia Tenggara itu di atas 2 meter persegi per kapita,” ungkap Edy.

Untuk investasi tersebut, perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp150 miliar yang pengeluarannya dilakukan secara bertahap mulai dari 2018.

Direktur Keuangan Arwana Citramulia Rudy Sujanto menyampaikan bahwa terkait dengan pendanaan pembangunan pabrik baru yang direncanakan perseroan akan terus dibangun sampai 2022, emiten dengan sandi ARNA tersebut tidak perlu menggelontorkan investasi penuh pada saat pabrik mulai dibangun.

Menurutnya, pada tahun saat pembangunan dimulai, perseroan hanya perlu mengeluarkan belanja sebesar 30% dari total kewajiban. Oleh karena itu, perseroan akan memaksimalkan penggunaan dana internal dan tidak perlu mengajukan pinjaman untuk investasi.

“Misalnya untuk penambahan kapasitas tersebut, ARNA melakukan pembeilan mesin dan menandatangani kontrak dengan pembayaran awal 10%. Setelah mesin diproses selama 9 bulan, pembayaran sisa 90% akan dibayarkan 1 tahun setelah bill of lading dari tanggal mesin dimuat ke atas kapal,” ungkap Rudy.

Oleh karena itu, Rudy menyampaikan perseroan akan melakukan pemayaran penuh pada saat jatuh tempo, di saat yang bersamaam mesin yang diinvestasikan sudah beroperasi dan menghasilkan produk keramik.

Adapun, ARNA membukukan laba bersih sebesar Rp69,62 miliar selama Januari—Juni 2018, meningkat 13,11% dibandingkan laba bersih perseroan pada semester I/2017. Emiten tersebut membukukan penjualan neto sebesar Rp923,52 miliar, meningkat 13,32% dari periode sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arwana citramulia
Editor : Riendy Astria
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top