Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lelang SUN: Permintaan Investor Kemungkinan Menurun

Minat investor dalam lelang surat utang negara yang akan digelar Selasa (13/8/2018) diperkirakan akan tetap tinggi, meskipun kemungkinan tidak akan setinggi pada lelang sebelumnya akibat meningkatnya sentimen negatif ekternal.
SURAT UTANG NEGARA
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA—Minat investor dalam lelang surat utang negara yang akan digelar Selasa (13/8/2018) diperkirakan akan tetap tinggi, meskipun kemungkinan tidak akan setinggi pada lelang sebelumnya akibat meningkatnya sentimen negatif ekternal.

Pemerintah akan kembali menggelar lelang surat utang negara atau SUN dengan target indikatif Rp10 triliun dan target maksimal Rp20 triliun. Pemerintah akan melepas 6 seri SUN, terdiri atas 2 seri surat perbendaharaan negara (SPN) dan 4 seri obligasi negara fixed rate.

Keenamnya yakni SPN tenor 3 bulan, SPN tenor 9 10 bulan, FR0063 tenor 5 tahun, FR0064 tenor 10 tahun, FR0065 tenor 15 tahun, dan FR0075 tenor 20 tahun.

Dua seri SPN diterbikan dengan kupon diskonto, sedangkan 4 seri obligasi negara masing-masing kuponnya yakni FR0063 5,625%, FR0064 6,125%, FR0065 6,625%, FR0075 7,500%.

Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas, mengatakan bahwa minat investor dalam lelang kali ini masih berpotensi mencapai lebih dari target maksimal pemerintah, atau di atas Rp20 triliun.

Namun, menurutnya minat investor tidak akan lagi setinggi seperti lelang SUN dua pekan lalu yang mencapai Rp45,41 triliun. Penawaran investor baru kembali menembus Rp45 triliun sejak 13 Maret 2018.

Menurutnya, minat investor masih dapat mencapai di atas Rp20 triliun didorong oleh dua faktor. Pertama, pemerintah berencana mengurangi target lelang surat berharga negara (SBN) tahun ini sehingga mendorong investor untuk semaksimal mungkin memanfaatkan lelang ini.

Kedua, Bank Indonesia juga berpotensi untuk meningkatkan partisipasinya dalam lelang SUN guna menjaga psikologis pelaku pasar obligasi dan sekaligus menekan pelemahan rupiah.

“Dengn demikian, tingkat incoming bids pada lelang SUN besok diprediksi sebesar Rp20 triliun hingga Rp30 triliun,” katanya, Senin (13/8/2018).

Adapun, penerbitkan SBN pada semester pertama tahun ini hanya mencapai Rp293 triliun, lebih rendah dari target Rp345 triliun. Banyaknya sentimen negatif global dan pelemahan rupiah menyebabkan investor cenderung meminta yield yang tinggi dan pemerintah terpaksa tidak bisa menyerap semua permintaan yang masuk.

Akan tetapi, pemerintah memang berencana untuk memangkas target emisi SBN lantaran pendapatan pemerintah meningkat tahun ini, sehingga proyeksi defisit anggaran turun dari 2,19% dari PDB menjadi 2,12%. Target emisi SBN pun turun dari Rp822 triliun menjadi Rp799 triliun.

Anil Kumar, Fixed Income Analyst Ashmore Asset Management Indonesia, mengatakan bahwa selama pemerintah bersedia memberikan imbal hasil yang tinggi, minat investor akan selalu ada untuk lelang.

Menurutnya, pemerintah masih dapat menyerap lelang kali ini sesuai target antara Rp10 triliun hingga Rp20 triliun, tetapi hal itu akan tergantung pada seberapa bersedia pemerintah menerima tingkat imbal hasil yang diminta investor.

Saat ini, pasar obligasi tengah diwarnai pelemahan akibat merebaknya pengaruh negatif dari krisis finansial Turki akibat kebijakan pengetatan tarif impor Amerika Serikat atas produk baja dan aluminium Turki.

Imbal hasil SUN tenor 10 tahun pada Senin (13/8/2018) melonjak 22,9 bps hingga mencapai 7,905% setelah bergerak di rentang 7,712% – 7,905%, padahal sehari sebelumnya ditutup di level 7,676%. Menurutnya, bila gejolak eksternal tak kunjung mereda, tingkat permintaan investor  akan turun.

“Kalau sentimen eksternal ini tidak bisa ditahan malam ini [Senin] hingga esok pagi [Selasa], mungkin demand akan menurun, tetapi akan tetap ada. Pemerintah masih bisa terbitkan antara Rp10 triliun hingga Rp20 triliun, tinggal imbal hasilnya lebih tinggi saja,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Riendy Astria

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper