Akuisisi Konsesi, Indo Tambangraya Megah (ITMG) Rogoh US$30 Juta

Emiten tambang batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) menggelontorkan dana US$30 juta dari kas internal untuk mengakuisisi 1 konsesi tambang d Kalimantan Tengah.
Hafiyyan | 12 Agustus 2018 21:56 WIB
Ilustrasi. - JIBI
Bisnis.com, JAKARTA - Emiten tambang batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) menggelontorkan dana US$30 juta dari kas internal untuk mengakuisisi 1 konsesi tambang d Kalimantan Tengah.
Mengutip keterbukaan informasi dari Banpu Public Company Limited di Bursa Efek Thailand (SET), induk usaha perseroan, pada Jumat (10/8/2018), ITMG melakukan perjanjian jual beli saham (Share Purchase Agreement/ SPA).
SPA itu untuk mengambil alih 100% Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Nusa Perdana Resources (NPR). Adapun, Banpu memegang 65,14% saham ITMG.
 "ITMG menyalurkan dana US$30 juta dari kas internal untuk mengakuisisi NPR," papar CEo Banpu Somruedee Chaimongkol dalam keterbukaan informasi.
Tambang NPR yang terletak di Kalimantan Tengah ini memiliki cadangan batu bara sebesar 77,4 juta ton dengan kalori 5.500 Kcal/kg. Konsesi IUP mencapai 4.291 hektare dan ditargetkan dapat memulai produksinya pada 2022.
Aksi akuisisi ini bertujuan memacu penjualan batu bara sekaligus memaksimalkan utilisasi infrastruktur ITMG di Kalteng. Pasalnya, perusahaan memiliki sejumlah konsesi tambang yang berdekatan seperti Trubaindo, Bharinto, dan Tepian Indah Sukses (TIS). 
Per Juni 2018, perusahaan memiliki ekuitas sebesar 898,60 juta. Adapun, jumlah kas dan setara kas ialah US$268,09 juta.
Research Analyst Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy menyampaikan, aksi akuisisi emiten tambang berkaitan dengan masih banyaknya permintaan terhadap komoditas. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan produksi dan juga volume cadangannya.
Perbaikan kinerja juga membuat pendapatan dan arus kas perusahaan tambang lebih positif. Alhasil, mereka akan lebih mudah dalam pencarian pendanaan.
"Ada momentum posisi kas yang kuat [mendorong emiten mengakuisisi]. Selain itu, perusahaan berupaya meningkatkan cadangannya," tuturnya, Jumat (10/8/2018).
Dia merekomendasikan beli terhadap saham ITMG dengan target harga Rp30.000. Akhir pekan lalu, saham ITMG turun 325 poin atau 1,16% menjadi Rp27.800.
Price to Earning Ratio (PER) sebesar 9,82 kali dengan kapitalisasi pasar Rp31,41 triliun. Sepanjang tahun berjalan, harga menguat 34,30%.
Tag : kinerja emiten
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top