Harga Karet Rebound di Tengah Spekulasi Berkurangnya Produksi

Harga karet untuk pengiriman Januari 2019, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), berakhir menguat 1,31% atau 2,20 poin di 170,50 yen per kg, setelah dibuka stagnan pada level 168,30 yen per kg.
Aprianto Cahyo Nugroho | 06 Agustus 2018 15:21 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet berhasil ditutup rebound pada perdagangan hari ini, Senin (7/8/2018), di tengah spekulasi berkurangnya output.

Harga karet untuk pengiriman Januari 2019, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), berakhir menguat 1,31% atau 2,20 poin di 170,50 yen per kg, setelah dibuka stagnan pada level 168,30 yen per kg.

Pada perdagangan Jumat (3/8), harga karet untuk pengiriman Januari ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,41% atau 0,70 poin ke level 168,30 .

Di Shanghai Futures Exchange, harga karet untuk pengiriman September 2018 juga terus ditutup rebound dengan pengautan 1,09% atau 110 poin ke posisi 10.240 yuan pada Senin.

Menurut Takaki Shigemoto, seorang analis di perusahaan riset JSC di Tokyo, rendahnya harga justru meningkatkan spekulasi bahwa produksi karet di China akan turun, sehingga memicu turunnya pasokan.

Cadangan karet di China yang dimonitor Shanghai Futures Exchange terpantau meningkat 2% ke level 537,249 ron pekan lalu, tertinggi sejak 2003.

“Harga juga ditopang oleh lemahnya nilai tukar yuan China terhadap dolar, sehingga memicu meningkatknya biaya untuk mengimpor karet,” ungkap Shigemoto, seperti dikutip Bloomberg.

Sebelumnya, Bank Sentral China hari ini menetapkan nilai tukar yuan pada level terrendah sejak Mei 2017.

Sementara itu, nilai tukar yen hari ini terpantau berbalik melemah 0,04% atau 0,04 poin ke posisi 111,70 per dolar AS pada pukul 14.26 WIB, setelah dibuka terapresiasi tipis 0,01% di posisi 111,65.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Januari 2019 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

6/8/2018

170,50

+1,31%

3/8/2018

168,30

-0,41%

2/8/2018

169,00

-0,53%

1/8/2018

169,90

-0,29%

31/7/2018

170,40

+0,47%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga karet

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top