Harga Karet Rebound, Dipicu Kekhawatiran Pasok Thailand

Harga karet untuk pengiriman Desember 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 1,26% atau 2,10 poin di level 168,4 yen per kilogram (kg).
Aprianto Cahyo Nugroho | 25 Juli 2018 15:03 WIB
Petani mengumpulkan getah karet seusai dipanen di Nagari Muaro Bodi, Sijunjung, Sumatra Barat, Minggu (12/3). - Antara/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet ditutup rebound dan mengakhiri reli pelemahan pada perdagangan hari ini, Rabu (25/7/2018)..

Harga karet untuk pengiriman Desember 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 1,26% atau 2,10 poin di level 168,4 yen per kilogram (kg).

Sebelumnya, harga bahan baku utama ban ini dibuka rebound dengan penguatan 0,12% atau 0,20 poin di posisi 166,50 yen per kg.

Harga mengakhiri pelemahan selama empat hari berturut-turut, setelah pada perdagangan kemairn, Selasa (24/7), harga karet ditutup merosot 1,01% atau 1,7 poin ke level 166,3 yen per kg.

Analis lembaga riset JSC di Tokyo, Takaki Shigemoto mengatakan rebound harga karet dipicu oleh spekulasi bahwa hujan lebat di Thailand akan memicu banjir, yang  meningkatkan kekhawatiran akan terhambatnya aktivitas penyadapan dan pengiriman karet mentah.

Dilansir Bloomberg, Bangkok Post mengabarkan badai tropis diperkirakan bergerak menuju Thailand, yang memicu perkiraan banjir di wilayah utara, timur laut, timur, dan selatan Thailand.

“Selain itu, harga karet juga ditopang oleh spekulasi bahwa kebijakan stimulus di China akan memicu peningkatan permintaan komoditas ini,” ungkap Shigemoto, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, nilai tukar yen Jepang terpantau melemah 0,07% atau 0,08 poin ke level 111,28 yen per dolar AS pada pukul 14.50 WIB.

 

Pergerakan Harga Karet Kontrak Desember 2018 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

25/7/2018

168,4

1,26%

24/7/2018

166,3

-1,01%

23/7/2018

168

-1,64%

20/7/2018

170,80

-1,39%

19/7/2018

173,20

-0,69%

Sumber: Bloomberg

Tag : harga karet
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top