Tertekan Sentimen Yen dan Kekhawatiran Pasokan, Harga Karet Melemah di Hari ke-4

Harga karet untuk pengiriman Desember 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup melemah 1,01% atau 1,70 poin di level 166,3 yen per kilogram (kg).
Aprianto Cahyo Nugroho | 24 Juli 2018 15:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet kembali ditutup melemah pada perdagangan hari keempat berturut-turut hari ini, Selasa (24/7/2018).

Harga karet untuk pengiriman Desember 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup melemah 1,01% atau 1,70 poin di level 166,3 yen per kilogram (kg).

Sebelumnya, harga bahan baku utama ban ini dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,12% atau 0,20 poin di posisi 167,80 yen per kg.

Harga karet telah melemah selama empat hari berturut-turut, setelah pada perdagangan kemairn, Senin (23/7), harga karet juga ditutup merosot 1,64% atau 2,8 poin ke level 168 yen per kg.

Menurut Kazuhiko Saito, analis di broker komoditas Fujitomi yang berbasis di Tokyo, penguatan mata uang yen Jepang terhadap dolar AS membuat harga karet berjangka yang berdenominasi yen terlihat lebih mahal bagi investor asing.

Dilansir Bloomberg, yen menguat di tengah kekhawatiran bahwa pemerintah AS akan menahan laju penguatan dolar menyusul meningkatnya ketegangan perdagangan dengan China.

“Peningkatan cadangan karet China juga meningkatkan kekhawatiran bahwa pasokan yang melimpah akan terus menekan harga karet,” ungkap Saito, seperti dikutip Bloomberg.

Cadangan karet China yang dimonitor Shanghai Futures Exchange terpantau meningkat ke level 525.039 ton pekan lalu. Level ini merupakan yang tertinggi sejak 2003.

Sementara itu, nilai tukar yen Jepang terpantau menguat 0,09% atau 0,1 poin ke level 111,25 yen per dolar AS pada pukul 14.45 WIB.

 

Pergerakan Harga Karet Kontrak Desember 2018 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

24/7/2018

166,3

1,01%

23/7/2018

168

-1,64%

20/7/2018

170,80

-1,39%

19/7/2018

173,20

-0,69%

18/7/2018

174,40

+0,75%

Sumber: Bloomberg

Tag : harga karet
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top