Harga Batu Bara Akhiri Reli Saat Minyak Mentah Menguat

Pada perdagangan Kamis, harga batu bara di bursa komoditas Newcastle untuk kontrak Agustus 2018 ditutup melemah 1,65% atau 1,95 poin ke level US$116 per metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho | 20 Juli 2018 07:49 WIB
Alat berat dioperasikan untuk membongkar muatan batu bara dari kapal tongkang, di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara ditutup melemah pada akhir perdagangan kemarin, Kamis (19/7/2018), mengakhiri reli penguatan tiga hari berturut-turut.

Pada perdagangan Kamis, harga batu bara di bursa komoditas Newcastle untuk kontrak Agustus 2018 ditutup melemah 1,65% atau 1,95 poin ke level US$116 per metrik ton.

Sebelumnya, harga batu bara dibuka di zona merah dengan pelemahan 1,48%, setelah pada perdagangan Rabu (18/7), batu bara ditutup menguat 1,33% ke level US$117,95 per metrik ton.

Adapun harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup melemah 1,86% atau 1,75 poin ke level US$92,25 per metrik ton.

Harga batu bara melemah di saat harga minyak mentah justru menguat setelah Arab Saudi berjanji untuk tidak membanjiri pasar dunia dengan minyak dan reli dolar AS goyah.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Agustus 2018, yang masanya berakhir Jumat (20/7), menguat 70 sen dan ditutup di level US$69,46 di New York Mercantile Exchange. Minyak WTI kontrak September yang lebih aktif naik 49 sen dan berakhir di US$68,24.

Di sisi lain, harga minyak Brent untuk pengiriman September 2018 turun 32 sen dan berakhir di US$72,58 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$4,34 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Dilansir Bloomberg, Arab Saudi menampik spekulasi yang menyatakan bahwa negara ini akan membanjiri pasokan sebagai sesuatu yang tidak memiliki dasar. Arab Saudi menegaskan tidak berupaya mendorong aliran minyak ke dalam pasar melebihi kebutuhan pelanggannya.

Turut menopang sentimen minyak, greenback mengikis kenaikan terbesarnya dalam sepekan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa penguatan mata uang menempatkan AS pada posisi yang kurang menguntungkan.

“Kabar tentang Saudi adalah hal besar yang mengubah momentum,” kata Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group Inc., dikutip Bloomberg. “Terkikisnya tenaga dolar dikombinasikan dengan WTI yang mendekati masa kedaluwarsa juga memberikan kekuatan.”

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Agustus 2018 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

19 Juli

116

(-1,65%)

18 Juli

117,95

(+1,33%)

17 Juli

116,40

(+1,22%)

16 Juli

115,00

(+0,66%%)

13 Juli

114,25

(-0,78%)

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Tag : harga batu bara
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top