Kurs Tengah Melemah, Mata Uang Asia Terus Tertekan Sentimen Tarif AS

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (28/6/2018) di Rp14.271 per dolar AS, melemah 108 poin atau 0,76% dari posisi Rp14.163 pada posisi Selasa (26/6/2018).
Renat Sofie Andriani | 28 Juni 2018 11:35 WIB
Petugas mengangkut tumpukan uang kertas pada bagian pelayanan perkasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/6). - Antara/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (28/6/2018) di Rp14.271 per dolar AS, melemah 108 poin atau 0,76% dari posisi Rp14.163 pada posisi Selasa (26/6/2018).

Kurs jual ditetapkan Rp14.342 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.200 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.

Di pasar spot, nilai tukar rupiah terpantau melemah 105 poin atau 0,74% ke level Rp14.284 per dolar AS pada pukul 10.11 WIB, setelah dibuka dengan pelemahan 22 poin atau 0,16% di level Rp14.201.

Adapun pada perdagangan Selasa (26/6/2018), rupiah ditutup melemah 20 poin atau 0,14% di level Rp14.179 per dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp14.192 – Rp14.288 per dolar AS.

Dilansir dari Bloomberg, rupiah bergerak ke level terlemahnya sejak Oktober 2015 saat kekhawatiran perang dagang global memicu investor untuk menjual mata uang Garuda bahkan ketika Bank Indonesia (BI) diprediksikan untuk menaikkan suku bunga acuannya pada hari Jumat.

Menurut 23 dari 29 ekonom dalam survei Bloomberg, BI akan menaikkan suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate (BI 7DRRR) menjadi 5% dalam pertemuan kebijakan yang berakhir Jumat (29/6/2018).

Rupiah memimpin pelemahan mata uang di Asia pagi ini, diikuti rupee India sebesar 0,62%, won Korea Selatan dengan 0,32%, dan dolar Taiwan yang melemah 0,23%.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia terpantau lanjut melandai 0,05% atau 0,044 poin ke level 95,246 pada pukul 11.01 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka dengan turun tipis 0,02% atau 0,018 poin di posisi 95,272, setelah pada perdagangan Rabu (27/6) ditutup menguat 0,65% atau 0,614 poin di level 95,290.

Mata uang Asia terus melemah di tengah ketidakpastian tentang bagaimana perselisihan perdagangan antara AS dan China akan berujung. Bursa saham di Asia pun melemah mengikuti pergerakan bursa saham AS.

“Prospek jangka pendek masih untuk dolar AS yang lebih kuat karena ketidakpastian dari kebijakan tarif Trump,” kata Mingze Wu, seorang pedagang FX di INTL FCStone, seperti dikutip Bloomberg.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

28 Juni

14.271

26 Juni

14.163

25 Juni

14.105

22 Juni

14.102

21 Juni

14.090

 

 

 

 

Sumber: Bank Indonesia

Tag : kurs tengah bi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top