Ini Strategi Pakuwon Jati (PWON) Pertahankan Okupansi Mal

Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk. punya strategi khusus untuk menjamin kinerja okupansi mal mereka di saat banyak pengelola mal lain mengalami penurunan kinerja akibat perubahan tren belanja di era digital dan berlebihnya pasokan mal.
Emanuel B. Caesario | 27 Juni 2018 19:35 WIB
Stefanus Ridwan, Direktur Utama PT Pakuwon Jati Tbk./Bisnis - Emanuel Cessario

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk. punya strategi khusus untuk menjamin kinerja okupansi mal mereka di saat banyak pengelola mal lain mengalami penurunan kinerja akibat perubahan tren belanja di era digital dan berlebihnya pasokan mal.

Stefanus Ridwan, Direktur Utama Pakuwon Jati, mengatakan bahwa perseroan memiliki 7 mal dengan total area sewa 631.000 m2 dan rata-rata tingkat okupansi lebih dari 95%. Okupansi terendah adalah pada Blok M Plaza, itu pun mencapai 90%.

Blok M Plaza saat ini tengah dalam proses renovasi dan ditargetkan dapat tampil dengan wajah baru setelah MRT Jakarta beroperasi. Mal Kota Kasablanka bahkan konsisten dengan okupansi 99% dalam lima tahun terakhir dan memiliki daftar panjang antrian calon penyewa.

Emiten dengan kode saham PWON ini tidak ragu untuk terus menambah pasokan mal baru di masa mendatang meskipun pasar ritel mal saat ini secara umum tidak begitu baik kinerjanya. Hingga 2020 nanti, total area sewa mal perseroan akan menjadi 663.000 m2 dengan penambahan dua mal baru.

Stefanus mengatakan, disrupsi akibat penetrasi digital menyebabkan terjadinya perubahan tren belanja dan kebutuhan masyarakat. Masyarakat, khususnya anak muda, lebih banyak menghabiskan anggaran konsumsinya pada aktivitas leisure dan memilih berbelanja secara daring. Mal semakin ditinggal.

Namun, Stefanus yang juga menjabat sebagai ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) ini mengaku punya strategi jitu untuk mempertahankan okupansi, yakni dengan menyajikan pengalaman unik di dalam mal yang menyebabkan generasi muda berminat untuk berkunjung.

Perseroan rutin menggelar aneka atraksi dan acara di mal-mal perseroan serta tidak jarang mengundang tokoh-tokoh atau artis terkenal untuk hadir mengisi acara. Selain itu, suasana mal juga diatur agar selalu menarik dan unik.

“Mal sekarang kalau hanya untuk belanja orang sudah malas. Orang akan ke sana bila ada pengalaman yang luar biasa,” katanya, Selasa (26/6/2018).

Alhasil, tingginya rasio kunjungan menarik minat banyak penyewa untuk menyewa area mal perseroan. Akan tetapi, perseroan tidak lantas secara asal-asalan menerima calon penyewa.

Stefanus mengatakan, dengan tingginya penetrasi internet dan sosial media, perseroan sangat menitikberatkan faktor digital dalam pemilihan tenant. Perseroan hanya menerima tenant yang memiliki semangat digital, tercermin dari keseriusan mereka mengelola website, akun Instagram, facebook, dan twitter.

Para tenant harus mampu menghadirkan desain interior gerai mereka agar mengundang pengunjung untuk selfi dan menampilkannya di akun sosial media para pengunjung tersebut. Hal tersebut menjadi sarana promosi gratis bagi tenant dan tentu saja mal perseroan.

Tenant kita kawinkan antar offline dan online. Kita cari tenant yang juga punya semangat yang sama. Website, facebook dan instagram harus kuat, interior juga harus layak instagram. Selfi itu penting sekali, itu iklan gratis,” katanya.

Untuk masa mendatang, perseroan akan fokus pada pengembangan mal yang terintegrasi dengan hotel, apartemen atau kantor. Dengan kata lain, konsep mixed use. Dengan demikian, mal perseroan selalu memiliki pangsa pasar yang pasti.

Terbaru, perseroan akan membuka proyek mixed use di Bekasi, tepatnya di samping pintu tol Bekasi Barat. Di titik tersebut sudah ada tidak kurang dari 6 pusat perbelanjaan, tetapi Stefanus mengaku tidak gentar sebab tahu strategi yang tepat untuk menarik pasar.

“Tenant juga percaya sama kami. Baru diumumkan saja sudah banyak yang menghubungi kami untuk pesan tempat,” katanya.

Tag : pakuwon jati
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top