Perang Dagang AS-China Melebar, Dolar Tertekan atas Yen

Posisi dolar Amerika Serikat terhadap yen melemah ke level terendah dua minggu pada awal perdagangan Senin (25/6/2018)
Linda Teti Silitonga | 25 Juni 2018 11:44 WIB
Yen. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA— Posisi dolar Amerika Serikat terhadap yen melemah  ke level terendah dua minggu pada awal perdagangan Senin (25/6/2018).

Posisi pelemahan dolar atas yen dipengaruhi kekhawatiran perdagangan global yang ikut menekan imbal hasil (yield) obligasi AS.

Kurs berada di posisi 109,52 yen per dolar AS pada pk. 11.31 WIB, setelah greenback melemah 0,4% ke 109,54 yen per dolar AS, yang merupakan posisi terlemah sejak 11 Juni.

Pasar menjauhi investasi berisiko, hingga menekan bursa saham Asia dan turunnya yield US Treasury.

Kondisi tersebut terjadi setelah Wall Street Journal, seperti dikutip Reuters, melaporkan Departemen Keuangan AS sedang menyusun aturan terkait investasi China di perusahaan AS, di sektor teknologi industri.

Kehati-hatian pasar juga meningkat menyusul ancaman Trump pada Jumat untuk memberlakukan tarif 20% pada semua mobil yang diimpor dari Uni Eropa. Uni Eropa menanggapi dengan mengatakan tidak akan punya pilihan selain membalas serangan tersebut.

"Dolar tampak goyah terhadap yen. Setiap terobosan positif dalam pembicaraan perdagangan akan mendorong bargain hunting terhadap dolar, tetapi itu tidak terjadi," kata Kyosuke Suzuki, direktur forex Societe Generale seperti dikutip Reuters, Senin (25/6/2018).

Sementara itu indeks dolar AS pada pk. 11.20 WIB melemah 0,04 poin ke 94,516.

INVESTASI CHINA DI AS

Departemen Keuangan Amerika Serikat berencana untuk meningkatkan pengawasan investasi China di industri AS yang sensitif di bawah undang-undang darurat. Langkah tersebut, berpotensi kembali meningkatkan perang perdagangan antara kedua negara.

Dilansir Bloomberg, Gedung Putih akan menggunakan salah satu langkah hukum paling signifikan untuk menyatakan investasi China di perusahaan-perusahaan AS terkait teknologi seperti kendaraan energi baru, robotika dan aeronautika sebagai ancaman terhadap keamanan ekonomi dan nasional, menurut delapan sumber yang mengetahui rencana tersebut (Bisnis.com, 25 Juni 2018). 

Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan, Menteri Keuangan Steven Mnuchin, dalam laporan yang dijadwalkan akan dirilis pada 29 Juni, akan mengajukan aturan hukum tersebut melalui panel pemerintah antar-lembaga yang disebut Komite Investasi Asing di AS (CFIUS).

Satu konsep yang sedang ditinjau adalah untuk membuat dua proses yang dapat dilacak CFIUS untuk meninjau investasi, dengan satu proses ditujukan khusus untuk China.

"Sekarang jelas bahwa kebijakan Trump bukan tentang defisit perdagangan," kata Raymond Yeung, kepala ekonom China untuk Australia & New Zealand Banking Group Ltd, seperti dikutip Bloomberg.

"Risiko keamanan dapat diterapkan untuk setiap aspek dalam hubungan bilateral, khususnya pembatasan investasi,” lanjutnya.

Di sisi lain, Kementerian Perdagangan China belum memberikan tanggapan tentang laporan pengawasan investasi yang direncanakan AS tersebut.

Mnuchin telah mengerjakan rencana itu sejak awal Desember, meskipun dia berargumentasi untuk mengambil pendekatan yang kurang agresif. Pada akhirnya, dia telah dibujuk oleh anggota lain dari Kabinet dan presiden agar bersikap lebih keras untuk mengatasi meningkatnya risiko keamanan na

 

Tag : yen
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top