BURSA SAHAM 23 MEI: IHSG Ditutup Menguat 0,71%

Indeks harga saham gabungan (HSG) pada perdagangan selasa (23/5/2018), ditutup naik 0,30% atau 17,26 poin di level 5.751,12. Bagaimana pergarakan IHSG pada perdagangan hari ini? Ikuti lajunya secara live.
Aprianto Cahyo & Renat Sofie | 23 Mei 2018 16:09 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Menutup perdagangan hari ini, Rabu (23/5/2018), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan rebound dengan penguatan 0,71% atau naik 40,88 poin ke level 5.792.

Pagi tadi, Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,23% atau 13,3 poin ke level 5.764,42.

William Surya Wijaya, Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas mengemukakan IHSG saat ini terlihat sedang berusaha untuk kembali dapat mempertahankan level support, sehingga peluang kenaikan dapat terus berlanjut.

“Sehingga dapat menggapai level rekor tertinggi sepanjang masa kembali, ditengah gejolak harga komoditas dan mulai membaiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini,” kata William.

Berikut pergarakan IHSG pada perdagangan hari ini.

16:04 WIB

Pukul 16.00 WIB: IHSG Ditutup Menguat 0,71% di 5.792

Menutup perdagangan hari ini, Rabu (23/5/2018), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,71% atau 40,88 poin di level 5.792.

15:34 WIB

Pukul 15.31 WIB: Jelang Tutup Dagang, IHSG Menguat 1,35% ke 5.828,80

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,35% atau 77,68 poin ke level 5.828,80 menjelang penutupan perdagangan hari ini, Rabu (23/5/2018).

14:30 WIB

Aksi Beli Kinclongkan IHSG

JAKARTA— Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat  94,93 poin atau 1,65% pada hari ini, Rabu (23/5/2018), pk. 14.11 WIB.

Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama mengatakan meningkat hingga melewati 1% indeks IHSG ditopang aksi beli investor asing.

Sampai pk. 14.00 WIB, net buy investor asing mencapai Rp619, 23 miliar.

“Kekuatan IHSG lebih dari 1 % dipengaruhi faktor meningkatnya net buy. Hal ini memberikan katalis positif terhadap menguatnya sektor yang terkait dengan penguatan. (khususnya) sektor finansial,” kata Nafan kepada Bisnis.com, Rabu (23/5/2018).

Aksi jual investor asing pada siang ini berbalik menjadi aksi beli, dari perdagangan di hari sebelumnya yang  secara berkelanjutan di posisi net sell (lihat tabel)

“Kalau kita melihat (perdagangan sebelumnya yang) terjadi net sell, (yang menyebabkan terjadinya) pelemahan IHSG, dipengaruhi sentiemen eksternal,” kata Nafan.

Sentimen eksternal yang memengaruhi pasar belakangan ini, antara lain terkait tensi perang dagang AS dan China.

Selain itu potensi kembali terkereknya suku bunga acuan bank sentral AS.

Sementara itu ketika ditanyakan moncernya IHSG siang ini, Research Analyst PT Narada Asset Management Kiswoyo Adi Joe mengemukakan memang sudah saatnya IHSG menguat.

"IHSG sudah murah, sudah terlalu rendah," kata Kiswoyo.

 

Berikut ini ringkasan perdagangan saham oleh investor asing:

22 Mei

Rp353,94 miliar

Net sell

21 Mei

Rp792,07 miliar

Net sell

18 Mei

Rp689,35 miliar

Net sell

17 Mei

Rp642,4 miliar

Net sell

16 Mei

Rp709,29 miliar

Net sell

15 Mei

Rp1,16 triliun

Net sell

14 Mei

Rp208,04 miliar

Net sell

11 Mei

Rp434,04 miliar

Net sell

9 Mei

Rp328,63 miliar

Net sell

8 Mei

Rp180,90 miliar

Net sell

 SumberBursa Efek Indonesia, 2018

 

13:36 WIB

Pukul 13.35 WIB: Awal Sesi II, IHSG Menguat 1,47% ke 5.835,70

Mengawali sesi II perdagangan hari ini, Rabu (23/5/2018), Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS) menguat 1,47% atau 84,58 poin ke level 5.835,70.

12:59 WIB

BBRI, BMRI, BBNI Kinclong, Kilapkan IHSG

IHSG menguat 1,39% atau 79,81 poin ke level 5.830,92 pada akhir sesi I.

Berikut 10 emiten pendorong utama IHSG siang ini? Berikut rinciannya:

Berdasarkan kapitalisasi pasar:

Kode

Perubahan

BBRI

+5,15%

BMRI

+4,60%

HMSP

+2,59%

BBCA

+1,48%

BBNI

+4,91%

Berdasarkan presentase: 

Kode

Perubahan

FORZ

+18,00%

BMAS

+11,11%

KBLV

+10,64%

GOLD

+10,09%

INRU

+9,83%

Sumber: Bloomberg

 

 

12:02 WIB

Pukul 12.00 WIB: Wow, IHSG Naik 79,81 Poin ke 5.830 di Akhir Sesi I

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 1,39% atau 79,81 poin ke level 5.830,92 di akhir perdagangan sesi I.

11:48 WIB

Pk. 11.44 WIB: IHSG Makin Mengkilap Jelang Akhir Sesi I

IHSG menguat 80,03 poin ke 5.831,15

08:57 WIB

Pukul 8.55 WIB: IHSG Dibuka Menguat 13 Poin ke 5.764

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,23% atau 13,3 poin ke level 5.764,42.

08:56 WIB

MEGA CAPITAL: IHSG Fluktuatif Cenderung Menguat Terbatas

 PT. Mega Capital Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, rabu (23/5/2018) bergerak di kisaran 5.720—5.790.

“Hari ini diperkirakan indeks bergerak fluktuatif cenderung menguat terbatas,” tulis PT. Mega Capital Sekuritas dalam risetnya yang diterima hari ini, Rabu (23/5/2018).

Dikemukakan, IHSG pada perdagangan kemarin atau Selasa, ditutup menguat dan berada di level 5.751.

“Indeks tampak sedang mengalami konsolidasi dan berpeluang untuk berlanjut menguji resistance level yang berada di 5.790.”

Stochastic yang menunjukkan kejenuhan indeks terhadap aksi jual, berpeluang membawa indeks menguat. Namun jika indeks berbalik melemah dapat menguji level support 5.720 hingga 5.700.

Rebound IHSG pada perdagangan Selasa, sekaligus mematahkan koreksi selama tiga perdagangan hari berturut-turut sebelumnya, seiring dengan rebound nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Di kawasan Asia lainnya, indeks Nikkei 225 Jepang (-0,18%) ditutup turun sedangkan Indeks Shanghai Composite (+0,02%) naik tipis. Sedangkan bursa Hong Kong dan Korea Selatan kemarinlibur. Di Amerika Serikat, Indeks Dow Jones Industrial Average (-0,72%), indeks S&P 500 (-0,31%) dan indeks Nasdaq Composite (-0.21%) ditutup melemah.

“Bursa Wall Street melemah terbebani ketidakpastian seputar hasil pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China serta pelemahan saham energi dan industri.”

 

PT. Mega Capital Sekuritas pada perdagangan hari ini merekomendasikan saham berikut:

 

Saham              Rekomendasi   Take Profit/Bottom Fishing      Stop Loss/Buyback

AKRA             Trd. Buy             4.900                                       4.640

PTPP                S o S                2.290-2.260                             2.670

MEDC             S o S                1.190-1.165                             1.285

ASII                 Trd. Buy          7.175-7.300                             6.700

INAF               Spec.Buy         4.510-4.620                             4.190

 

 

08:54 WIB

INDO PREMIER: Target Pelemahan IHSG ke 5.715

PT. Indo Premier Securities memperkirakan idneks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (23/5/2018) bergerak di kisaran 5.715–5.790.

Dikemukakan indeks ditutup di bawah EMA5 dan membentuk pola small beearish candle, stochastic oversold dan MACD histogram divergence negatif.

“Target pelemahan indeks pada level 5.715, kemudian 5.685 dengan resist di level 5.790 dan 5.830,” tulis Indo Premier Securities dalam risetnya yang diterima pagi ini, Rabu (23/5/2018).

PT. Indo Premier Securities pada perdagangan hari ini merekomendasikan saham berikut:

MAPI (8.025)
Rekomendasi: Buy on Weakness

Candle ditutup dibawah MA20 dan membentuk pola black closing marubozu yang merupakan sinyal bearish continuation namun dengan volume yang mengecil, stochastic netral dan MACD bearish cross cover. Target harga beli pada level 7.875 dengan resist di level 8.250 kemudian 8.425.

ASII (6.950)
Rekomendasi: Spec Buy

Candle ditutup diatas EMA5,10 dan membentuk pola long white marubozu yang merupakan sinyal bullish continuation, stochastic golden cross dan MACD histogram convergence negatif. Target kenaikan harga pada level 7.200 kemudian 7.400 dengan support di level 6.700, cut loss jika break 6.525.

TPIA (6.000)
Rekomendasi: Spec Buy

Candle ditutup di atas EMA5,10 dan membentuk pola white opening marubozu yang merupakan sinyal bullish continuation, stochastic golden cross dan MACD histogram convergence negatif. Target kenaikan harga pada level 6.100 kemudian 6.250 dengan support di 5.850, cut loss jika break 5.750.

 

07:02 WIB

KGI: Kenaikan IHSG terganjal Resisten

PT. KGI Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (23/5/2018) bergerak di kisaran support 5.740-5.690-5.620-5.520-5.450, dan resisten 5.860-5.940-6.050-6.120-6.220-6.380.

“Kenaikan IHSG terganjal di resistance,” kata Yuganur Wijanarko, Senior Research PT. KGI Sekuritas Indonesia dalam risetnya

Dia mengemukakan, kenaikan jangka pendek di IHSG terganjal aksi jual investor di resisten.

“Sehingga pelaku pasar sebaiknya menunggu terjadinya suatu bentuk koreksi minor terjadi sebelum akumulasi, terutama dengan posisi rupiah yang masih cukup lemah di atas 14.000,” kata Yuganur.

PT. KGI Sekuritas Indonesia pada perdagangan hari ini merekomendasikan beli saham BBCA, BUMI, PWON, SMGR, dengan rincian sebagai berikut:

Bank BCA (BBCA) (Profit taking target: Rp.22.950-23.600)
Entry (1) Rp.21.650, Entry (2) Rp.21.150, Cut loss point: Rp.20.850

Bumi Resources (BUMI) (Profit taking target Rp.275-285-305)
Entry (1) Rp.245, Entry (2) Rp.238, Cut loss point: Rp.228

Pakuwon (PWON) (Profit taking target Rp.525-545)
Entry (1) Rp.492, Entry (2) Rp.484, Cut loss point: Rp.477

Semen Gresik (SMGR) (BUY) (Profit taking target: Rp.8.750-8.950)
Entry (1) Rp.8.275, Entry (2) Rp.8.175, cut loss point: Rp.8.075

 

07:02 WIB

INDOSURYA: IHSG Berpotensi Menguat

PT Indosurya Bersinar Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdaagngan hari ini, Rabu (23/5/2018) bergerak di kisaran 5.703 – 5.936.

“IHSG berpotensi menguat,” kata William Surya Wijaya, Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas dalam risetnya.

Dia \mengemukakan IHSG saat ini terlihat sedang berusaha untuk kembali dapat mempertahankan level support, sehingga peluang kenaikan dapat terus berlanjut.

“Sehingga dapat menggapai level rekor tertinggi sepanjang masa kembali, ditengah gejolak harga komoditas dan mulai membaiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini,” kata William.

PT Indosurya Bersinar Sekuritas pada perdagangan hari nini merekomendasikan saham WSBP, WTON, TLKM, HMSP, KLBF, JSMR, BBNI, BJTM, BBCA, BBRI.

06:21 WIB

Bursa AS Tertekan Sentimen Korut & ZTE

Bursa Wall Street memerah pada akhir perdagangan Selasa (22/5/2018) atau Rabu pagi WIB, terbebani ketidakpastian seputar hasil pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China serta pelemahan saham energi dan industri.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir melemah 0,72% atau 178,88 poin di level 24.834,41, indeks S&P 500 melandai 0,31% atau 8,57 poin di 2.724,44, sedangkan indeks Nasdaq Composite ditutup turun 0,21% atau 15,58 poin di level 7.378,46.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa menyatakan ketidakpuasannya dengan pembicaraan perdagangan baru-baru ini antara AS dan China. Sebelumnya, ia juga mengatakan belum ada kesepakatan dengan China terkait ZTE Corp.

Trump melayangkan rencana untuk mendenda ZTE serta menggoyang manajemen perusahaan tersebut setelah pemerintahannya mempertimbangkan untuk mengurangi penalti lebih berat yang dikenakan karena melanggar sanksi AS dengan pengiriman barang ke Iran.

Pada saat yang sama, Trump juga mengatakan pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kemungkinan besar tidak akan berlangsung seperti yang direncanakan pada 12 Juni.

Komentarnya muncul justru setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin selama akhir pekan menyatakan bahwa baik AS dan China memutuskan menangguhkan perang dagang serta sepakat mengadakan lebih banyak pembicaraan untuk meningkatkan ekspor AS ke China.

“Komentar Trump tentang Korea Utara dan tidak adanya kesepakatan dengan ZTE membebani euforia kemarin menjadi kenyataan bahwa masalah perdagangan ini tidak akan berakhir secepat yang dipikirkan banyak orang,” kata Robert Pavlik, chief investment strategist dan senior portfolio manager di SlateStone Wealth LLC.

“Oleh karenanya, Anda melihat sedikit penurunan,” tambahnya, seperti dikutip Reuters.

Sektor industri turun 1,3%, sehari setelah membukukan penguatan persentase terbaiknya dalam hampir dua bulan akibat gencatan senjata perdagangan antara AS dan China, sedangkan indeks energi turun 1,3%.

Di sisi lain, saham Tesla Inc turun 3,3%, sekaligus membawanya ke level penutupan terendah sejak awal April, sehari setelah Consumer Reports menyatakan mobil Model 3 baru besutan Tesla, terlepas dari berbagai hal positif, memiliki cacat besar utamanya terkait dengan pengereman.

CEO Tesla Elon Musk pada Senin malam (21/5/2018) mencuit dalam Twitter bahwa kesalahan pengereman dapat diperbaiki dengan update software. Consumer Reports pun menyatakan akan menguji ulang rem tersebut.

Tag : IHSG, Kinerja Saham
Editor : News Editor

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top