Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

CATATAN AKSI EMITEN 15 MEI: Berikut Pemaparan 6 Saham

Octavianus Marbun, Analis Waterfront Securities Indonesia dalam risetnya yang diterima pagi ini, Selasa (15/5/2018), memaparkan aksi enam emiten, yaitu:
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/11)./JIBI-Abdullah Azzam
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/11)./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA- Waterfront Securities Indonesia mengemukakan aksi sejumlah emiten.

Octavianus Marbun, Analis Waterfront Securities Indonesia dalam risetnya yang diterima pagi ini, Selasa (15/5/2018), memaparkan aksi enam emiten, yaitu:

  • BTPN Tambah Kepemilikan di BTPS

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menambah kepemilikan sahamnya di Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) pada 11 Mei 2018. Penambahan dilakukan sebanyak 539.260.000 lembar pada harga Rp1.020 per saham atau total transaksi mencapai Rp550.045.200.000. Dengan penambahan tersebut, maka total kepemilikan saham BTPN di BTPN Syariah berubah dari sebelumnya 4.853.330.000 saham atau 63% menjadi 5.392.590.000 saham atau 70% dimana tujuan penambahan tersebut untuk investasi.

  • Per Maret Laba Bersih DGIK Turun 47,8%

PT Nusantara Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) mengalami penurunan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 47,8% menjadi Rp3,45 miliar hingga 31 Maret 2018 dibandingkan laba yang diraih Rp6,61 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan usaha turun 11,2% menjadi Rp236,17 miliar dari Rp265,94 miliar tahun sebelumnya dan beban kontrak turun menjadi Rp211,04 miliar dari beban kontrak Rp241,19 miliar tahun sebelumnya. Laba bruto naik menjadi Rp25,12 miliar dari Rp24,74 miliar dan kenaikan beban usaha menjadi Rp56,64 miliar dari Rp48,06 miliar membuat rugi usaha diderita Rp24,46 miliar naik dari rugi usaha Rp22,23 miliar tahun sebelumnya.

  • TGRA Kaji Terbitkan Surat Utang Rp500 Miliar

PT Terregra Asia Energy Tbk. (TGRA) menargetkan pendapatan pada 2018 mencapai Rp88 miliar dan laba bersih senilai Rp6,9 miliar. Pada 2018 perusahaan menargetkan pendapatan Rp88 miliar dan laba bersih Rp6,9 miliar. Peningkatan kinerja ditopang pengadaan barang dan jasa untuk pembangkit listrik. TGRA mempertimbangkan menerbitkan surat utang senilai Rp500 miliar pada semester II/2018 untuk menambah belanja modal. TGRA mempertimbangkan menerbitkan surat utang senilai Rp500 miliar pada semester II/2018 untuk menambah belanja modal.

  • Kuartal I Laba Bersih EXCL Turun 66,8%

PT XL Axiata Tbk (EXCL) membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp15,4 miliar, turun 66,8% dibandingkan laba bersih perseroan pada periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp46,5 miliar. EXCL membukukan pendapatan kuartal I/2018 sebesar Rp5,5 triliun, meningkat tipis 4,5% dibandingkan dengan kuartal I/2017. Beban penjualan dan pemasaran perseroan meningkat 109,5%. Perseroan membukukan rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp71,1 miliar, turun tipis 2% yoy.

  • SPTO Targetkan Pertumbuhan Laba Minimal 10%

PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) menargetkan kenaikan pendapatan dan laba minimal sebesar 10% pada tahun ini. Pada tahun lalu, perusahaan mencatatkan pendapatan senilai Rp2,14 triliun dan laba bersih senilai Rp222 miliar. Selama 10 tahun terakhir, rata-rata kenaikan per tahun pada kisaran 10% hingga 12,5%. Perseroan akan menambah kapasitas produksi pabrik yang terletak di Gresik, Jawa Timur sebanyak dua lini produksi sampai 2020 mendatang. Saat ini, pabrik yang dikelola oleh anak usaha SPTO yakni PT Surya Pertiwi Nusantara memiliki kapasitas produksi sebanyak 500.000 unit per tahun.

  • PPRO Jual Tiga Menara Apartemen Senilai Rp2,1 Triliun

PT PP Properti Tbk (PPRO) kembali melakukan transaksi besar atau bulk selling atas produk-produk propertinya, kali ini tiga menara apartemen dengan total nilai Rp2,1 triliun. Ketiga menara tersebut yakni Grand Shamaya tower 2, Grand Dharmahusada tower 2 dan Grand Sungkono tower 4. Ketiganya dijual habis kepada mitra strategis sebelum adanya proses launching. Ketiga menara tersebut dijual kepada mitra strategis yakni PT Arvada Investama. Perjanjian jual beli ini telah dilaksanakan pada akhir bulan Maret yang lalu, sedangkan financial closing ditandatangani pada tanggal 13 Mei 2018

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper